Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Wakil Ketua DPRD Babel Dorong Permintaan Kenaikan Royalti Timah

Upaya Pemerintah Provinsi Bangka Belitung berjuang untuk mendapatkan kenaikan royalti timah juga didorong oleh DPRD Babel.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Amri Cahyadi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah Provinsi Bangka Belitung terus berjuang untuk mendapatkan kenaikan royalti timah.

Upaya ini tak hanya digenjot oleh eksekutif saja, pasalnya para legislatif pun akan ikut mendorong permintaan royalti timah yang saat ini hanya 3 persen tersebut.

"Menyangkut royalti ini domainnya Kemenkeu, itu peningkatan besaran dari 3 persen diharapkan menjadi 10 persen," ujar Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung Amri Cahyadi, Kamis (30/9/2021).

Lebih lanjut, Dia menyebutkan karena merupakan aturan, sehingga hal ini perlu kebersamaan untuk mendorong kenaikan royalti ini.

"Angka 3 persen itu perlu dikaji kembali, tidak sesuai dengan kondisi saat ini, 3 persen itu sangat kecil dan akan dibagi lagi, akan dibagi provinsi, untuk daerah hasil dan sekian persen untuk tidak terkena," jelasnya.

Ditegaskannya, upaya memperjuangkan ini sudah dilakukan oleh banyak pihak, tinggal menunggu kebijakan dari pusat

"Saya rasa tidak ada yang kurang upaya kita, baik dari sisi masyarakat yang kami wakili dari DPRD, Provinsi dan Tokoh di Jakarta, kita berharap komitmen pusat," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman kembali menyinggung terkait permintaan untuk kenaikan royalti timah.

"Royalti timah ini rencananya, saya jelaskan ya, biar kita paham, nanti royalti akan dinaikan berdasarkan harga timah sekian, akan naik sekian persen," ujar Erzaldi saat Rapat Paripurna di Kantor DPRD Bangka Belitung, Jumat (17/9/2021) lalu.

Orang nomor satu di Bangka Belitung ini menyebutkan perjuangan untuk kenaikan royalti timah ini penting menjadi perhatian karena akan menjadi pendapatan asli daerah (PAD).

"Ditambahkan lagi nanti rencananya kolektor akan dikenakan pajak, jadi harga beli timah ada batas-batas, ini nanti akan juga memberikan PAD bagi kita," katanya.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved