Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Yozar Kecam Pencatutan Nama Ombudsman, Mencoreng Marwah Integritas dan Profesionalitas Lembaga

Yozar mengatakan beberapa hari lalu menerima laporan Dinas PUPR Bangka Tengah bahwa ada oknum yang mengaku pegawai Ombudsmman melakukan investigasi.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: El Tjandring
ist/Ombudsman Babel
Pemanggilan kedua pelaku atas nama Syafri dan Renaldi untuk mengklarifikasi bersama Ombudsman Babel. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Bangka Belitung, Shulby Yozar Ariadhy, mengimbau instansi penyelenggara pelayanan publik dan masyarakat yang ada di wilayah Provinsi Bangka Belitung untuk tidak mudah percaya dan segera berkoordinasi dengan Ombudsman apabila menemukan oknum yang mengaku Ombudsman tanpa membawa surat tugas resmi dari pimpinan unit serta tanda pengenal yang dikeluarkan secara resmi oleh Ombudsman Republik Indonesia.

Kata Yozar sapan akrab Shulby Yozar Ariadhy, awalnya beberapa hari lalu pihaknya menerima laporan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bangka Tengah bahwa ada oknum yang mengaku sebagai pegawai Ombudsman akan melakukan investigasi ke Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Pangkalanbaru Bangka Tengah, padahal, kami belum pernah menerima laporan dimaksud.

"Oleh karena itu kami langsung melakukan konfirmasi ke lokasi dan hasilnya ternyata benar bahwa ada 2 (dua) orang atas nama Syafri Syahbana dan M. Renaldi mengaku melakukan tindakan pencatutan nama Ombudsman Babel," ungkap Yozar dalam rilis kepada Bangkapos.com, Kamis (30/9/2021).

Menurutnya, setelah didalami, ternyata kedua pelaku tersebut juga pernah melakukan hal yang demikian terhadap Kepala Desa Padang Baru, mencatut nama Ombudsman untuk mengintervensi masalah pembangunan siring jalan di Desa Padang Baru.

Kata Yozar, kedua pelaku juga mengaku dari Ombudsman dan menggunakan ID Card dari Ombudsman.

"Menurut saya, yang bersangkutan ada motif tertentu karena berusaha mencari kesalahan pengerjaan proyek siring jalan," bebernya.

Baca juga: Tak Perlu Lagi PCR, Aturan Naik Pesawat Semua Maskapai Asal Penuhi Persyaratan Ini

Baca juga: Pertamina Lakukan Penyesuaian, Ini Harga BBM Non Subsidi Terbaru, Pertalite, Pertamax hingga Dexlite

Yozar mengatakan, guna menyelesaikan persoalan ini Ombudsman Babel memanggil kedua pelaku atas nama Syafri dan Renaldi untuk mengklarifikasi persoalan tersebut dan hasilnya kedua pelaku mengakui perbuatannya, kemudian meminta maaf melalui surat pernyataan diatas materai serta membuat video permintaan maaf secara terbuka.

"Kami memohon maaf kepada Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung dan seluruh jajaran karena telah melakukan pencatutan nama Ombudsman yang mana hal tersebut diduga memenuhi unsur pidana, kami berjanji tidak akan pernah mengulangi hal tersebut dan siap menerima sanksi sesuai ketentuan yang berlaku," sebut Syafri.

Yozar mengatakan bahwa pihaknya mengecam tindakan yang dilakukan oleh kedua oknum tersebut apalagi salah satu pelaku, M. Renaldi, merupakan pegawai honorer di salah satu instansi pemerintahan Kabupaten Bangka Tengah.

Selain itu, pasalnya, apa yang dilakukan pelaku tidak mencerminkan sikap, sistem kerja, etika, dan profesionalitas Insan Ombudsman dalam bekerja.

"Kami merasa perlu menyampaikan hal ini kepada semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan telah menyampaikan kepada Bupati Bangka Tengah untuk menindaklanjuti perilaku tidak terpuji salah satu pegawai honorer Pemkab Bangka Tengah tersebut," jelasnya.

Menurutnya, ini guna mencegah terjadinya praktek-praktek pencatutan nama dilakukan oleh pihak manapun yang tidak bertanggungjawab, dengan tujuan tertentu dan demi keuntungan pribadi atau kelompok.

"Dalam hal ini juga untuk mencegah tercorengnya marwah Ombudsman Republik Indonesia yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dan profesionalitas dalam melaksanakan tugas," tutupnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved