Breaking News:

Adv

Literasi Digital Bahas Kecakapan, Keamanan, Etika dan Budaya Digital

Sebagai Keynote Speaker Gubernur Provinsi Bangka Belitung yaitu, Dr. H. Erzaldi Rosman Djohan, SE., M.M.

Editor: Fery Laskari
Ist
Literasi digital kembali dilakukan di Kabupaten Belitung, Selasa (31/8/2021) lalu. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Literasi digital kembali dilakukan di Kabupaten Belitung, Selasa (31/8/2021) lalu. Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital.

Arahan Presiden ditindaklanjuti Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kabupaten/Kota dari Aceh hingga Lampung. Empat kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain kecakapan digital, keamanan digital, etika digital dan budaya digital.

Sebagai Keynote Speaker Gubernur Provinsi Bangka Belitung yaitu, Dr. H. Erzaldi Rosman Djohan, SE, M.M. Tema besar webinar LITERASI DIGITAL BEKAL MELAWAN KEJAHATAN RADIKAL oleh para narsum yang mempunyai kompetensi di bidang masing-masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session.

"Pembahasan tentang dunia digital di zaman teknologi serba canggih saat ini, semua peralatan sehari-hari manusia sudah serba digital. Mulai dari bangun tidur lagi, kita sudah sangat bergantung pada teknologi digital. dari hal sepele seperti janjian dengan teman hingga hal rumit yang menyangkut pekerjaan semuanya tidak lepas dari teknologi digital. Menghadapi perkembangan teknologi yang canggih tersebut, literasi digital dinilai perlu diterapkan di semua lini kehidupan," ungkap narasumber.

Pemahaman atas literasi digital sangat-sangat perlu disebarluaskan. Literasi digital memiliki makna sebagai sebuah pemahaman dasar terkait dunia digital. Definisi literasi digital lebih dititikberatkan pada keterampilan yang dibutuhkan dalam lingkup dunia digital. Literasi lebih dari sekedar kemampuan baca tulis namun lebih dari itu, literasi adalah kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan skill yang dimiliki dan mencakup kemampuan membaca kata dan membaca dunia.

Literasi adalah keberaksaraan, yaitu kemampuan membaca dan menulis. Budaya literasi dimaksudkan untuk melakukan kebiasaan berpikir yang diikuti proses membaca menulis, yang pada akhirnya apa yang dilakukan dalam proses kegiatan tersebut menciptakan karya. 

Radikalisme merupakan paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis. Radikalisme untuk menyebut kelompok garis keras dipandang lebih tepat, ketimbang fundamentalisme sendiri yg mempunyai makna yg interpreteble. Dalam tradisi teologi keagamaan, fundamentalisme merupakan gerakan untuk mengembalikan seluruh perilaku dalam tatanan kehidupan umat islam kepada Alqur`an dan Al Hadist. Latar belakang  tumbuh ektremisme antara lain, besarnya potensi konflik komunal berlatar belakang sentimen primordial dan keagamaan, kesenjangan ekonomi, perbedaan pandangan politik, dan perlakuan yang tidak adil, serta intoleransi dalam kehidupan beragama.(adv)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved