Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Penyuntikan Booster Nakes di Pangkalpinang Baru 50 Persen, Sasaran Utama Vaksinasi Tetap Lansia

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr Masagus M Hakim menyebut, cakupan vaksinasi ketiga atau penyuntikan (booster) khusus untuk tenaga kesehat

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Fery Laskari
Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi Virus Corona Baru 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr Masagus M Hakim menyebut, cakupan vaksinasi ketiga atau penyuntikan (booster) khusus untuk tenaga kesehatan di Kota Pangkalpinang masih terbilang rendah.

Berdasarkan persentase baru 50 persen booster untuk nakes diberikan, atau sebanyak 1.141 orang dari total Nakes 2.500.

Kata Hakim, penyuntikan booster untuk nakes memang tidak bisa diberikan secara sekaligus sebab booster Moderna menimbulkan gejala.

"Kalau sampai saat ini booster untuk Nakes kita memang masih rendah, tapi sudah cukup lumayan sudah 50 persen dari target jumlah Nakes yang ada. Karena booster ini bergejala kita tidak bisa sekaligus penyuntikan ada yang.masih menjadi kader covid-19 jadi bertahap," jelas Hakim kepada Bangkapos.com, Jumat (1/9/2021).

"Dan masih ada yang menunggu tiga bulan setelah terpapar covid-19.Ada juga beberapa Nakes yang ikut booster di rumah sakit Bhayangkara sehingg terhitung capaian vaksinasi Bangka Tengah," lanjutnya.

Stok vaksin jenis Moderna unthk booster Nakes juga sampai saat ini masih tersedia, tidak ada permasalahan stok hanya saja tidak dapat dilaksanakan sekaligus.

Sementara itu kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang paling banyak dirasakan oleh penerima Vaksin Moderna adalah nyeri di tempat suntikan.

"Seperti sakit kepala, mual, muntah, mialgia, artralgia dan kekakuan. Nyeri pada tempat suntikan, kelelahan, kedinginan, dan demam umumnya seperti sakit itu lah. Kalau berdasarkan penelitian memang berpitensi 10 persen ada KIPI tapi ringan tidak berat, umunya lebih tinggi pada penyuntikan dosis kedua," sebutnya.

Menurutnya, adapun alasan pemberian booster ini didasarkan atas tingginya risiko yang dihadapi para nakes di saat gelombang infeksi Virus Corona apalagi Varian Delta. Efektivitas vaksin Moderna memang lebih tinggi dari pada vaksin Sinovac yakni 94,1 persen.

Sementara itu Hakim juga menyebut, hingga kini orang lanjut usia (Lansia) saat ini masih menjadi sasaran utama vaksinasi. Hal ini disebabkan lansia memang usia yang sangat rentan untuk terpapar covid-19 apalagi memiliki penyakit bawaan.

"Rata-rata kasus meninggal kita kemarin memang lansia dan memiliki penyakit bawaan terus memang kebanyakan belum ikut vaksin. Makanya sasaran utama kita tetap lansia," katanya.(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved