Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Penyegelan THM Selama PPKM Dinilai Efektif, DPRD Minta Tetap Dilakukan Evaluasi

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pangkalpinang menyambut baik dengan penutupan sementara hingga penyegelan sejumlah tempat hiburan malam

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: khamelia
(Bangkapos/Cepi Marlianto)
Tim gabungan saat mendata pegawai hingga pengunjung Heilay’s Bar Cafe and Resto di Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, Minggu (3/10/2021) dini hari. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pangkalpinang menyambut baik dengan penutupan sementara hingga penyegelan sejumlah tempat hiburan malam (THM) di ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini.

Menurut Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiady, tindakan yang dilakukan oleh tim gabungan merupakan cara yang tepat untuk menertibkan THM selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

“Kami sangat mendukung tim gabungan dalam menertibkan THM di Kota Pangkalpinang, karena ini sebagai suatu bentuk penegakan aturan pada PPKM level tiga. Dimana tidak boleh ada kegiatan di THM,” kata dia kepada Bangkapos.com, Minggu (3/10/2021).

Dengan penyegelan yang dilakukan aparat gabungan, politikus Partai Keadilan Sejahtera ini menegaskan, supaya para pengelola THM untuk bertindak kooperatif dan tidak melakukan kucing-kucingan dengan aparat berwajib.

Sebab kata dia, aturan yang telah dibuat oleh pemerintah tidak untuk menyulitkan masyarakat akan tetapi sebagai usaha bersama menekan pandemi Covid-19 agar tak melonjak lagi.

Terlebih lagi di beberapa negara tetangga saat ini sedang terjadi kenaikan kasus harian Covid-19 cukup tinggi.

“Tentu aturan ini dibuat bukan untuk menyulitkan, tetapi karena kondisi kita hari ini yang masih belum aman 100 persen dari virus Korona, sehingga wajar jika ada pembatasan kegiatan. Memang kondisi hari ini karena sudah melandai, tetapi kita jangan terlena karena negara di sekitar Indonesia justru sedang berada di puncak pertambahan kasus harian,” tutur Rio.

Rio tak menampik, sejumlah THM yang beroperasi di Pangkalpinang juga turut menjadi pendulang pendapatan asli daerah bagi ibukota Bangka Belitung ini.

Oleh karenanya, penutupan sementara THM yang dilakukan mulai dari tanggal 30 September sampai 30 Desember 2021 ini untuk dapat dievaluasi setiap waktu berdasarkan perkembangan level PPKM.

“Ya ada (Pengaruh untuk pendapatan daerah) dari retribusi THM. Tetapi untuk kondisi hari ini saya kira tidak masalah untuk ditutup sampai dengan akhir tahun, untuk lebih memastikan bahwa kita sudah benar-benar aman baru kemudian bisa dibuka kembali,” ungkap Rio.

Meskipun begitu, Sekretaris DPW PKS Bangka Belitung ini meminta para pengelola THM untuk sedikit bersabar. Pasalnya Covid-19 menyangkut keselamatan jiwa bersama bukan hanya urusan per orang.

Selain itu kini pemerintah juga terus menggencarkan program vaksinasi Covid-19 yang diharapkan dapat meningkatkan herd immunity atau kekebalan kelompok.

“Mohon bersabar, THM memang menjadi salah satu yang berisiko tinggi dalam penyebaran Korona maka dari itu agar dapat disikapi dengan bijak. Kita berharap dengan mentaati aturan PPKM level tiga ini penurunan jumlah kasus akan terus terjadi, sehingga sejalan dengan pelaksanaan vaksin dan terbentuknya herd immunity,” tukas Rio.  (Bangkapos/Cepi Marlianto/U1)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved