Gosip Selebritis
Aksinya Timbulkan Polemik, Ini Asal Usul Tiga Pemuda Mirip Dono Kasino Indro Sebelum Gabung Warkopi
Pemuda itu adalah Sepriadi Chaniago, Alfred atau Dimas, dan Alfin Dwi Krisnandi. Sepriadi dianggap sangat mirip dengan Dono, Alfred mirip Kasino
BANGKAPOS.COM-Belakangan ini, nama Warkopi sempat menjadi sorotan publik karena disebut mirip Dono Kasino Indro yang tergabung dalam grup lawak Warkop DKI.
Kemunculan mereka sontak menjadi polemik seiring viralnya konten parodi Warkop DKI bertajuk SKETSA WARKOPI.
Apalagi Indro Warkop ikut angkat bicara soal mereka.
Pemuda itu adalah Sepriadi Chaniago, Alfred atau Dimas, dan Alfin Dwi Krisnandi.
Sepriadi dianggap sangat mirip dengan Dono, Alfred mirip Kasino, dan Alfin dinilai mirip dengan Indro.
Namun, siapakah tiga orang ini sebelum menjadi Warkopi?
Baca juga: Penambang Timah di Bangka Belitung Meninggal Disambar Petir, Begini Kronologisnya
Berikut asal usul tiga pemuda yang disebut mirip personel Warkop DKI itu.
"Alfred atau Dimas itu konten kreator, Sepriadi dulu pengusaha tekstil," ungkap Kums, selaku manajemen Warkopi saat dihubungi awak media, belum lama ini.
Sementara itu, Alfin dalam jumpa pers belum lama ini juga mengungkapkan pekerjaannya sebelum dikenal luas oleh masyarakat sebagai orang yang mirip dengan Indro Warkop.
"Sebetulnya cita-cita saya bukan ini. Dulu SMP saya mau jadi atlet, Alhamdulillah tercapai. Keluar sekolah, saya jadi pengusaha. Disitu saya bikin konten TikTok, mulai viral dan dimiripkan sama Pakde Indro," ungkap Alfin, beberapa waktu lalu.
Hingga saat ini, Kums berujar, ketiganya masih melakoni kesibukan tersebut. Dia juga mengungkapkan, ketiganya sekarang berdomisili di Jakarta.
Baca juga: Buruan, Bank BRI Bagi-bagi Pinjaman Rp 50 Juta Tanpa Jaminan, Bebas Biaya Administrasi
"Saat ini Jakarta semua, aslinya Sepriadi, Pariaman Padang. Alfred Jakarta," ucap Kums.
"Kalau Alfred sudah sama keluarganya (di Jakarta). Alfin sendiri, orangtua di Tasikmalaya, Sepriadi dengan saudara-saudaranya, orangtuanya di Pariaman, Padang," tambahnya.
Adapun, munculnya tiga pemuda ini juga menjadi sorotan warganet. Ada yang menyebut, kehadiran tiga pemuda itu cukup menghibur dan mengobati rasa rindunya dengan grup lawak Warkop DKI.
Namun, tak sedikit pula dari mereka yang merasa bahwa kemunculan Warkopi terlalu dipaksakan.
Baca juga: Salah Satunya untuk Keperkasaan Pria, Inilah Segudang Manfaat Menakjubkan dari Daun Kelor
Mereka juga dituding telah melanggar Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari merek Warkop DKI.
Indro Warkop pilih diam
Indro Warkop sedih setelah mengetahui risiko yang ditanggung Warkopi seandainya masalah mereka dibawa ke jalur hukum.
Ternyata urusannya bukan hanya perdata, tapi juga pidana.
Mereka, lanjut Indro, bisa dipidana dengan hukuman maksimal 4 tahun penjara.
"Dirjen HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) juga sempat ngomong bahwa ini (Warkopi) salah," kata Indro Warkop DKI dikutip dari YouTube Deddy Corbuzier, Jumat (1/10/2021).
Mengetahui hal itu, Indro Warkop mengaku kaget. Ia tak sangka efeknya secara hukum tak main-main.
"Yang gue kaget nih gue terus terang Ded makanya gue sekarang milih diam, ternyata ada efek pidana gue pikir tadinya perdata doang. 4 tahun penjara Ded buat yang ngelakuin tiga orang itu sama manajemennya, menurut Dirjen HAKI ya yang gue baca," sambung Indro.
Terkait hal itu, pria berkepala plontos itu mengaku sedih usai mengetahui ancaman pidana yang menanti personel Warkopi.
Kesedihan tersebut dikarenakan para personel Warkopi masih berusia muda.
"Sedih gua, sedih gua bapak Ded. Mereka anak-anak," ungkapnya.
Kini sahabat mendiang Dono dan Kasino ini lebih memilih diam, pasalnya Indro mengatakan pihak Warkopi akan berhadapan langsung dengan anak-anaknya terkait dugaan tindak plagiat yang dilakukan.
Mengingat HAKI telah resmi dihibahkan kepada anak-anak Warkop DKI sejak 2004 silam.
"Makanya gue sekarang lebih diam. Ya toh hadapannya sama anak-anak gue juga. Gue udah lepasin mereka gue juga harus konsekuen dong. Mereka yang berhadapan," tutup Indro.
Bukan persoalkan kemiripan
Warkopi sempat jadi sorotan karena tiga pemuda itu dinilai memiliki kemiripan wajah dengan Dono Kasino Indro yang tergabung dalam Warkop DKI.
Namun, kemunculan mereka sontak menjadi polemik seiring viralnya konten parodi Warkop DKI bertajuk SKETSA WARKOPI.
Sebab, Indro Warkop dan Lembaga Warkop DKI menyebut mereka tak punya etika.
Indro Warkop saat menjadi bintang tamu Closethedoor Corbuzier Podcast kembali menegaskan permasalahanya dengan Warkopi bukan karena kemiripan.
Yang jadi masalah, menurut dia, adalah brand yang sudah Indro Warkop daftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
"Brand. Mau enggak mau brand itu kan muka gue, muka Dono, muka Kasino. Apalagi logonya seperti itu, itu yang didaftarkan," tegas Indro Warkop seperti dikutip Kompas.com dari kanal YouTube Deddy Corbuzier, Kamis (30/9/2021).
Indro Warkop mengungkapkan, brand tersebut sudah beralih ke Lembaga Warkop DKI sejak 2004. Sementara Lembaga Warkop DKI kini dikelola oleh anak Dono, Kasino, dan Indro.
Alasan Indro menghibahkan brand tersebut kepada mereka karena demi keberlangsungan hidup di masa mendatang.
"2004 itu sudah gue hibahkan kepada anak-anak HAKI-nya. Sudah mereka urus sendiri dengan nama mereka atas persetujuan gue," kata Indro Warkop.
Oleh karena itu, Indro Warkop sekali lagi menegaskan, ia dan Lembaga Warkop DKI bukan mempermasalahkan kemiripan, tetapi brand yang sudah terdaftar di DJKI.
"Yang harus diketahui, yang aku daftarin brand, bukan mirip. Aku enggak pernah mempersoalkan kemiripan. Gue juga tahu, Tuhan yang kasih itu. Jangan-jangan gue juga mirip orang lain sebelum gue. Enggak, aku enggak mempermasalahkan itu," ucap Indro.
Dalam kasus ini, pihak Warkopi dituding telah melanggar hak kekayaan intelektual.
Pasalnya, Lembaga Warkop DKI merupakan pemegang hak eksklusif yang sah atas merek dan nama Warung Kopi Dono Kasino Indro atau biasa dikenal masyarakat dengan nama Warkop DKI.
Diketahui, belakangan viral tiga pemuda yang mirip grup lawak Warkop DKI. Mereka membuat konten parodi Warkop DKI bertajuk SKETSA WARKOPI.