Breaking News:

Advertorial

Gubernur Erzaldi Lepas Refa Nurtantiawati Ikuti Lomba International Junior Science Olympiad

Prestasi membanggakan kembali lahir dari pelajar Bangka Belitung (Babel). Kali ini datang dari Refa Nurtantiawati, siswi SMPN 2 Pangkalpinang

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: khamelia
Diskominfo Babel
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman Lepas Refa Nurtantiawati Ikuti Lomba International Junior Science Olympiad, kegiatan pelepasan dilaksanakan di Gedung VIP Bandara Depati Amir, Senin (4/10/21) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Prestasi membanggakan kembali lahir dari pelajar Bangka Belitung (Babel). Kali ini datang dari Refa Nurtantiawati, siswa asal SMP Negeri 2 Pangkalpinang.

Ia akan mewakili Indonesia dalam perlombaan The International Junior Science Olympiad (IJSO) bidang IPA yang akan dilaksanakan di Dubai, Uni Emirat Arab.

Gubernur Babel Erzaldi Rosman, yang sangat memperhatikan perkembangan pendidikan di Bumi Serumpun Sebalai memberikan apresiasi tinggi atas capaian yang ditorehkan Refa Nurtantiawati, dan langsung melakukan pelepasan Refa menuju Bandung, Jawa Barat (Babar) untuk melakukan training center.

Dalam kegiatan pelepasan yang dilaksanakan di Gedung VIP Bandara Depati Amir, Senin (4/10/21), Gubernur Erzaldi menyampaikan pesan dan motivasi kepada Refa yang merupakan anak dari pasangan Fauziana (Ayah) dan Renti Heryani (Ibu) itu. Untuk menunjang persiapan Refa mengharumkan nama daerah dan negara, gubernur juga menyerahkan satu unit laptop.

"Alhamdulillah hari ini saya melepas Refa, siswi SMP 2 Pangkalpinang yang sekarang akan mengikuti pelatihan untuk ikut dalam lomba International Junior Science Olympiad. Luar biasa saya bertemu Refa dan orang tua, juga pembimbing. Mudah-mudahan nanti Refa dapat membawa nama baik Bangka Belitung," katanya.

"Semoga ini bisa menjadi contoh bagi siswa-siswi lainnya. Prestasi itu tidak datang begitu saja, tetapi ada proses. Nah, dalam proses itu ada yang berhasil ada yang gagal. Bapak yakin Refa pernah gagal, tapi Refa tidak pernah putus asa. Selamat, semoga berhasil di sana, minimal berikan yang terbaik," katanya menambahkan.

Refa sendiri mengaku telah siap secara mental untuk bertarung dengan pelajar dari berbagai negara di dunia bersama 5 pelajar lainnya dari seluruh Indonesia. Ia berjanji akan memberikan penampilan terbaik dalam ajang internasional yang akan digelar 12-21 Desember 2021 ini.

"Insyaallah Refa siap secara mental dan sudah siap melakukan yang terbaik. Persiapan lainnya Refa belajar bersama guru pembimbing, juga mengerjakan soal di internet, baca buku fasilitas yang disediakan sekolah, dan dari orang tua juga," katanya.

Pelajar kelahiran Pangkalpinang, 9 Mei 2007 ini menambahkan, sebelum ikut serta dalam lomba, dirinya terlebih dulu akan mengikuti training center yang dipersiapkan oleh Kementerian, yang akan dilaksanakan selama dua bulan ke depan atau hingga 11 Desember 2021.

"Mulai hari ini akan ikut training center. Awalnya bulan Agustus orang tua dapat telepon dari Pusat Prestasi Nasional dari Kementerian untuk minta izin orang tua ikut seleksi, lalu September dapat surat untuk ikut lomba," ungkap siswa kelas IX itu.

Pada kesempatan itu, Refa memberikan pesan kepada seluruh teman dan pelajar Babel lainnya untuk memanfaatkan setiap kesempatan yang ada, dan terus giat dalam menimba ilmu. Ia juga meminta doa kepada masyarakat Babel untuk dapat memberikan prestasi terbaik dalam ajang internasional ini.

"Kepada semua kawan-kawan semuanya di Bangka Belitung, tetap semangat belajar apalagi di masa pandemi saat ini. Terus melakukan hal yang bermanfaat, kesempatan sekecil apa pun harus dimanfaatkan. Doakan Refa bisa memberikan yang terbaik," ujarnya.

Sementara itu, Vesty Herawati salah satu pembimbing Refa selama melakukan persiapan mengungkapkan jika anak didiknya tersebut dibekali dengan tiga mata pelajaran fokus dalam ilmu pengetahuan alam, seperti fisika, biologi, dan kimia. Dirinya bersama pembimbing lainnya Heni Aguspitriani memberikan materi-materi pelajaran IPA untuk jenjang menengah atas (SMA).

"Refa sih anak yang berprestasi dan mudah diajar, mudah nangkap, tekun. Untuk ikut olimpiade tingkat SMP, kami sudah mengajarkan pelajaran tingkat SMA. Karena Refa harus menguasai pelajaran yang lebih tinggi diatasnya, IPA SMA," ungkapnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved