Breaking News:

Digitalisasi UMKM Saat Pandemi Covid 19

Veni Iri Bumbunya Sampai ke Amerika

UMKM bumbu instan yang dirintis Venny Andriani sejak 2012 itu kini sudah menembus pasar global. E-commerce telah membuat omzetnya naik berlipat.

Penulis: Teddy Malaka (CC) | Editor: Teddy Malaka
Bangka Pos/Teddy Malaka
Venny Andriani pemilik UMKM Veni Bumbu 

UMKM bumbu instan yang dirintis Venny Andriani sejak 2012 itu kini sudah menembus pasar global. E-commerce telah membuat omzetnya naik berlipat.

AROMA rempah menyengat keluar hingga ke depan ruko, depan Pasar Pagi Kota Pangkalpinang, Senin (4/10/2021) jelang tengah hari. Ketika masuk ke bagian dalam ruko, ribuan bungkusan bumbu berbagai varian dan warna tersusun rapi di rak kaca.

Di dalam ruangan itu, seorang wanita berjilbab sedang sibuk memerhatikan ponsel pintarnya.

“Aku iri sama bumbuku,” katanya singkat, diikuti senyum menyeringai di wajahnya.

Rasa itu timbul setelah ia melihat timline media sosial miliknya. Seseorang yang sedang berada di Florida, Amerika Serikat, memposting foto bumbu miliknya.

“Bumbuku sudah sampai ke Amerika. Aku belum pernah sampai ke sana,” kata Venny Andriani.

Venny Andriani adalah pemilik merek ‘Veni Bumbu’, sebuah produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Pangkalpinang, Provinsi kepulauan Bangka Belitung. Produk yang ia rintis sejak 2012 itu sudah menembus pasar global.

Ia mengaku beberapa tahun ini memang terus memasarkan produknya melalui digital. Semua lapak online ia jelajahi.

“Tokopedia, Shopee, BukaLapak, Bli-bli, Whatsapp Business dan pasar online semuanya saya ikuti untuk memasarkan produk Veni Bumbu. Kita tidak boleh ketinggalan zaman, semuanya sudah digital,” kata dia.

Apalagi di saat pandemi, Venny Andriani mengaku separuh omzetnya berasal dari order online.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved