Breaking News:

Digitalisasi UMKM Saat Pandemi Covid 19

Veni Iri Bumbunya Sampai ke Amerika

UMKM bumbu instan yang dirintis Venny Andriani sejak 2012 itu kini sudah menembus pasar global. E-commerce telah membuat omzetnya naik berlipat.

Penulis: Teddy Malaka (CC) | Editor: Teddy Malaka
Bangka Pos/Teddy Malaka
Venny Andriani pemilik UMKM Veni Bumbu 

Namun, model bisnis UMKM yang cenderung konvensional membuat UMKM sulit beradaptasi dan bertahan, terlebih di masa pandemi seperti sekarang.
Masih dalam kajian itu, Bank Indonesia mengungkap kesulitan UMKM beradaptasi dengan tantangan perubahan tersebut terlihat dari data bahwa hanya 26,2 persen UMKM yang aktif memanfaatkan e-commerce untuk penjualan.

Selain kesulitan beradaptasi, UMKM juga mengalami kesulitan untuk mengakses pembiayaan, terlihat dari masih terdapat 69,5 persen UMKM yang tidak memiliki kredit bank, dan hanya 6,1 persen yang memiliki kredit dari fintech dan lembaga keuangan nonbank lainnya.

Indeks digitalisasi UMKM
Indeks digitalisasi UMKM (Bank Indonesia)

Pemerintah Daerah Beri Pelatihan

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yulizar Adnan mengungkapkan, pemerintah mendorong pelaku UMKM untuk melek digital.

“Kita adakan pelatihan dan mempertemukan mereka dengan pemilik pasar online. Kita sudah memulai itu sejak tahun 2020,” kata Yulizar Adnan.

Ia mengatakan sekitar 500 UMKM dibantu biaya token pulsa untuk mendukung program digitalisasi.

“Tak hanya diberi pelatihan digital marketing, tetapi juga bagaimana UMKM mengenal e-commerse dan bertransaksi secara digital,” katanya.
 (tea)

Berita ini didedikasikan pada kompetisi untuk jurnalis dengan tema Digitalisasi UMKM di Masa Pandemi Covid-19 yang digelar AJI Indonesia.

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved