Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Iskandar Belum Temukan Kendala Belajar Tatap Muka di Bangka Tengah, Prokes Jangan Kendor

Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah Iskandar mengaku tidak menemukan kendala saat mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Bangka Tengah.

Penulis: Sela Agustika | Editor: El Tjandring
(bangkapos.com/Sela Agsutika)
Ilustrasi pelaksanaan PTM terbatas di Bangka Tengah. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah Iskandar mengaku tidak menemukan kendala saat mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Bangka Tengah.

Bahkan selama dua bulan pelaksanaan PTM terbatas ia menyebutkan, baik dari guru, siswa, ataupun orangtua tidak ada masalah terkait pembelajaran yang diterapkan.

"Sampai saat ini untuk pelaksanaan PTM terbatas yang digelar tingkat SD hingga SMP di wilayah kita (Bangka Tengah-red) tidak ada laporan apapun, baik dari guru, siswa, ataupun orangtua yang meminta agar kegiatan sekolah ini diberhentikan. Sampai saat ini semua berjalan aman dan sesuai protokol kesehatan," ungkap Iskandar kepada Bangkapos.com, Rabu (6/10/2021).

Kata Iskandar, dalam pelaksanaan PTM terbatas proses pembelajaran antar siswa ditentukan langsung oleh pihak sekolah yang bersangkutan, dengan syarat satuan pendidikan wajib memastikan kesiapan sarana dan prasarana.

Selain itu wajib ada berkoordinasi langsung dengan tim gugus Covid-19, serta orangtua peserta didik terkait kesediaan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas yang dibuktikan dengan surat pernyataan.

Sementara bagi orangtua yang berkeberatan untuk anaknya mengikuri PTM dapat diberikan pembelajaran secara daring.

Baca juga: Dapat Transferan Rp 900 ribu Sampai Rp 3 Juta, Masukkan NIK KTP dan KK Serta Punya Rekening Bank

Baca juga: Inilah Momen Maria Vania Disentuh Tukul Arwana, Ekspresinya Bikin Gagal Fokus

Baca juga: Video Gisel Enjoy Goyang Bareng 2 Pria Ditonton 4,3 Juta Kali, Goyangan Wijin Disorot

"Jadi pelaksanaan PTM ini tetap kita kombinasikan dengan pembelajaran online, tetapi tetap ketentuannya ada pada sekolah masing-maisng, apakah siswa setiap harinya bergantian masuk atau per minggu," ujarnya.

Iskandar menuturkan, pada pelaksanaan PTM terbatas pihaknya tidak mengejar target ketercapaian kurikulum, tetapi mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik.

"Jadi untuk ketercapaian kurikulum kita tidak ada target karena memang kondisi saat ini kita lebih fokus kesehatan dan keselamatan peserta didik, namun materi yang disampaikan tetap sesuai dengan kurikulum," kata Iskandar.

Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah Iskandar.
Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah Iskandar. ((bangkapos.com/Sela Agustika))

Ia mengungkapkan, apabila ada siswa atau guru yang terkonfirmasi positif pihaknya pun akan memberhentikan secara sementara pelaksanaan PTM terbatas ini dengan kurun waktu kurang lebih satu minggu.

"Jadi jika memang ada yang terkonfirmasi entah guru atau siswa maupun keluarga, maka kita sudah koordinasi dengan pihak sekolah agar pelaksanaan PTM ini duhentikan sementara dengan kurun waktu kurang lebih tujuh hari dengan tetap melihat kondisi yang ada," ujarnya.

Iskandar berharap pelaksanaan PTM di Bangka Tengah bisa terus berjalan tanpa adanya kendala.

"Kondisi pandemi ini belum selesai, tetap waspada, dan menerapkan protokol kesehatan. Kita ingatkan juga kepada guru jangan bosen untuk menegor dan mengajak siswa taat prokes, karena disini guru harus memberikan contoh yang baik," tuturnya.

Bangkapos.com/Sela Agustika

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved