Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Ketua DPRD Bangka Belitung Apresiasi Program Pemutihan Pajak, Harap Bisa Tingkatkan PAD

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung, Herman Suhadi mengapresiasi program pemutihan pajak dan pembebasan BBNKB.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Herman Suhadi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung, Herman Suhadi mengapresiasi program pemutihan pajak dan pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) baik dari luar Provinsi Kepualaun Babel dan dalam Provinsi dibebaskan biaya balik namanya yang berlangsung dari 1 Oktober hingga 30 Desember 2021.

"Ini perlu kita apresiasi dengan demikian rakyat lebih ringan dalam membayar pajak yang tertunda itu kemudian denda tidak bayar, ini suatu bentuk kepedulian pemprov dalam rangka meringkan beban masyarakat dalam membayar pajak," kata Herman Suhadi, Rabu (6/10/2021).

Dengan adanya pemutihan pajak dan pembebasan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) ini dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD).

Baca juga: Kesaksian Darwin di Perkara Korupsi Kredit Modal Kerja BRI, Bikin Hakim Geleng-geleng Kepala

Baca juga: Terdakwa Notaris Gemara, Sangkal Keterangan Saksi Darwin yang Sebut Tak Pernah Bertemu Dirinya

Tahun depan diharapkan terjadi peningkatan PAD serta akan dianggarkan fasilitas untuk penyelenggara pemungutan pajak agar kinerja lebih maksimal.

"Ini tentu akan berimbas pada pendapatan daerah untuk anggaran 2022, kita apresiasi itu. Tentunya masyarakat ini adalah pahlawan devisa, kewajiban mereka dalam berkontribusi membangun daerah, sehingga informasi ini perlu disampaikan dengan masif agar sampai kepada masyarakat," katanya.

Baca juga: Terbaru! Tak Perlu Bayar Denda, Mulai Oktober Hingga Akhir Tahun Ada Pemutihan Pajak Kendaraan

Baca juga: Dekranasda Bangka Belitung Ajak Masyarakat Kenakan Kain Tenun Cual, Hingga Pelaku UMKM Melek Digital

Selain itu, penyelenggara yang melayani pembayaran pajak diharapkan juga untuk memberikan pelayanan yang ramah dan baik kepada pembayar pajak.

"Agar saat membayar pajak, masyarakat senang saat diberikan pelayanan yang baik dan penyelenggara juga diharapkan tetap menerapkan protokol kesehatan di semua tempat pelayanan, sebagai antisipasi di saat pandemi covid-19, agar tidak terjadi kerumunan," saran Herman.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved