Breaking News:

Erzaldi Rosman

Tahun 2022, Babel Fokus Pemulihan Ekonomi Hingga Bidik Enam Prioritas Pembangunan

Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman bersama Ketua DPRD Bangka Belitung melakukan penandatanganan memorandum of underst

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman bersama Ketua DPRD Babel Herman Suhadi saat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terhadap Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022 di Ruang Banggar DPRD Babel, Rabu (6/10/2021). (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman bersama Ketua DPRD Bangka Belitung melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) terhadap Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022 di Ruang Banggar DPRD Babel, Rabu (6/10/2021).

Dalam agenda ini hadir Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus Sekda Babel, Naziarto beserta tiga pimpinan dewan lainnya.

"Arah kebijakan keuangan daerah masih di fokuskan pada pemulihan ekonomi dan kesehatan masyarakat akibat dampak pandemi covid, disamping belanja yang bersifat wajib lainnya, serta di arahkan mendukung tema rencana kerja pemerintah pusat yaitu pemulihan ekonomi dan refomasi struktural," ujar Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman.

Pada KUA PPAS APBD 2022 nanti, Bangka Belitung  bidik enam prioritas pembanguan utama yakni pembangunan agropolitan, pembangunan bahari, pembangunan pariwisata, peningkatan ekonomi masyarakat, pembangunan pendidikan, dan pembangunan Kesehatan.

Sementara arah prioritas 7 pembangunan penunjang akan difokuskan beberapa hal, yaitu pengembangan tata kelola pertambangan, pengembangan energi dan infrastruktur kewilayahan, pembangunan sosial, peningkatan tata kelola birokrasi dan pelayanan publik, pembangunan Berdemokrasi, peningkatan pembangunan bidang kebencanaan dan pengendalian lingkungan hidup.

"Arah kebijakan pendapatan daerah Diarahkan melalui optimalisasi sumber-sumber penerimaan asli daerah seperti pajak dan retribusi, peningkatan dana perimbangan," katanya.

Diakui orang nomor satu di Babel ini untuk tahun 2022 dana perimbangan mengalami penurunan, penurunan dana terbesar dari dana, insentif daerah (DID) penghasilan asli daerah  direncanakan meningkatan sebesar Rp. 814.514.935.188 atau 8 persen dari tahun 2021 dengan peningkatan paling besar pada pajak daerah.

"Kebijakan belanja daerah tetap mempriontaskan program atau kegiatan wajib atau mengikat (belanja gaji dan belanja rutin lainnya) serta kegiatan prioritas pembanguan dan prioritas penunjang, arah kebijakan belanja juga diarahkan pada pendekatan kewilayahan dengan mengedepankan lokus dan fokus pembangunan secara lebih jelas," kata Erzaldi.

Sementara, Ketua DPRD Bangka Belitung Herman Suhadi berharap ada peningkatan pendapat daerah (PAD) pada tahun 2022.

"Kami bersyukur  hari ini KUA PPAS Babel 2022 sudah kita sepakati, dalam penyusunan memprioritaskan 6 titik.

Mohon doa anggaran kita bisa bertambah, dana trasfer DAK, DID dan DAU itu tidak terjadi pengurangan sehingga Babel akan mampu membangun sesuai yang diharapkan," katanya. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved