Breaking News:

Berita Kriminalitas

Termakan Bujuk Rayu Dian Sapi, Terdakwa Yadi Nekat Over Alih Mobil Kredit Tanpa Pengetahuan Leasing

Riadi Saputra Alias Yadi, harus duduk di kursi pesakitan, Pengadilan Negeri PHI/ Tipikor Negeri kelas 1A, Pangkalpinang

Penulis: Antoni Ramli | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Anthoni Ramli
Sidang terdakwa Riadi Saputra Alias Yadi, di Pengadilan Negeri PHI / Tipikor Negeri kelas 1A, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (6/10/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Riadi Saputra Alias Yadi, harus duduk di kursi pesakitan, Pengadilan Negeri PHI/ Tipikor Negeri kelas 1A, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (6/10/2021)

Dia ditetapkan menjadi terdakwa, usai mengalihkan 1 unit mobil Daihatsu Sigra 1.2 R MT, tahun 2018 l, tanpa sepengetahuan PT Clipan Finance, selaku pihak leasing.

Mobil tersebut, dialihkan terdakwa Yadi kepada Ardian alias Dian Sapi, yang juga turut menjadi terdakwa dalam perkara tersebut, lantaran menjadi penadah mobil Daihatsu Sigra tersebut.

Dihadapan majelis hakim Efendi, Yadi mengaku, termakan bujuk rayu Dian Sapi, yang sejatinya berencana mengembalikan mobil tersebut ke leasing Clipan.

Kepercayaan Yadi kian bertambah, kala Dian Sapi Mengklaim jika dirinya juga masih menjadi bagian debt colectror PT Clipan Finace.

Yadi telah empat bulan menunggak angsuran pembayaran mobil Daihatsu Sigra tersebut. Pandemi Covid 19, menjadi fase kelam bagi Yadi.

Di mana, tamu atau penumpang di Bandara Depati Amir, kerap memakai jasa sewa sopir dan kendaraan miliknya. 

Baca juga: Kesaksian Darwin di Perkara Korupsi Kredit Modal Kerja BRI, Bikin Hakim Geleng-geleng Kepala

Baca juga: Terdakwa Notaris Gemara, Sangkal Keterangan Saksi Darwin yang Sebut Tak Pernah Bertemu Dirinya

Sebelum sampai ke meja hijau, Yadi sempat mendatangi PT Clipan Finace, untuk membayar cicilan angsuran selama satu bulan  namun tidak diterima, dengan dalih tunggakan Yadi, telah masuk ke empat bulan.

"Saya termakan bujuk rayu Dian Sapi, karena dia janji akan mengembalikan mobil itu, makanya saya oper alih. Waktu itu Dian Sapi memberikan uang yang istilahnya balik DP sebesar Rp 7 juta. Dia juga sempat menunjukan rumahnya di kawasan Kampak, jadi saya semakin yakin, kalau tahu mobilnya tidak dia dikembalikan saya pasti tidak mau lah,"kata Yadi, dihadapan majelis hakim.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak Masih Misteri, Ada Rekaman CCTV, Autopsi Ulang Jasad Korban

Lanjut Yadi, tahun pertama 2018 hingga 2019, angsuran berjalan lancar. Namun, penyebaran Covid-19 membuat pendapatan Yadi yang biasa mangkal di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang menurun drastis, sehingga Yadi tak mampu lagi membayar cicilan mobil Daihatsu Sigra tersebut.

"Angsuran yang telah saya bayar kurang lebih sekitar satu tahun, setelah itu Covid 19, tamu kami di bandara, menurun drastis sampai menunggak. Cuma saya masih punya itikad baik, datang ke Clipan untuk membayar cicilan satu bulan, cuma kata mereka sistemnya sudah tidak bisa karena telah menunggak empat bulan," ungkap Yadi, di muka persidangan.

Kendati berstatus terdakwa, namun Yadi tidak ditahan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Pangkalpinang, Iqbal menyebut alasan tidak ditahannya terdakwa Yadi, lantaran ancaman hukumannya di bawah lima tahun.

"Alasan terdakwa Yadi tidak ditahan karena  di  Undang-Undang Fidusia, UU 43 tahun 99 ancaman hukumannya dibawah 5 tahun. Kalau terdakwa Dian Sapi ditahan ,karena kena pasal 480 ada pengecualian untuk bisa ditahan," jelas Iqbal.

(Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved