Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

64 Warga di Bangka Belitung Positif Covid-19, Tiga Meninggal, Satgas Covid-19 Beberkan Penyebabnya

Masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung harus tetap waspada jangan sampai tertular Virus Corona.

Penulis: Nurhayati (CC) | Editor: nurhayati
(IST/dok RSUD)
Petugas memindahkan pasien Covid-19 dari isolasi C menuju isolasi D di RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan, Senin (6/9/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung harus tetap waspada jangan sampai tertular Virus Corona.

Kendati sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 namun tetap harus mematuhi protokol kesehatan dengan baik.

Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Belitung hingga Rabu (06/10/2021) kemarin terdapat 64 warga  dengan kumulatif 51.475 orang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang terkonfirmasi Covid-19.

Sementara kasus yang dinyatakan sembuh atau selesai menjalani isolasi bertambah sebanyak 60 orang (kumulatif 49.453). Adapun kasus meninggal dunia Covid-19 bertambah sebanyak 3 orang (kumulatif 1.409).

Baca juga: PPKM Kembali Diperpanjang, Ini Syarat Bepergian dengan Pesawat dan Kereta, PCR Tetap Digunakan

Baca juga: Kematian Akibat Covid-19 di Bangka Belitung Turun Drastis, Warga Diminta Tetap Patuhi 6 Hal Ini

Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Belitung Andi Budi Prayitno, kesiapsiagaan daerah terutama dalam melakukan tracing, testing, dan treatment yang agresif dan masif dalam merespon kasus Covid-19 merupakan kunci untuk mengendalikan kasus.

"Kenaikan kesembuhan harus terus ditingkatkan hingga mencapai target signifikan sehingga lebih tinggi dari kasus baru dengan terus melakukan tidak hanya peningkatan tracing dan testing dengan penyelidikan epidemiologi (PE) yang lebih serius untuk mengidentifikasi klaster-klaster penularan, namun juga treatment khususnya penyediaan fasilitas isolasi terpusat/terpadu dan kualitas pelayanan kesehatan agar kesembuhan dapat ditingkatkan dan kematian dapat dicegah serta diminimalisasi," jelas Andi.

Diakuinya, masih terjadinya penularan Covid-19 dan kasus kematian akibat Covid-19 di sejumlah daerah lantaran mengabaikan dan tidak mengindahkan protokol kesehatan serta belum divaksin, seiring meningkatnya mobilitas dan kegiatan berkerumun masyarakat di tempat-tempat keramaian dan fasilitas publik baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, tak terkecuali aktivitas keagamaan dan rekreasi/pariwisata.

"Masih banyaknya pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah dan tidak disiplin serta tidak berjalan efektifnya Posko Covid-19 di tingkat RT/RW, desa/kelurahan, dan kecamatan, ditambah menurunnya kepedulian masyarakat berdampak pada daftar panjang orang yang terpapar dan tertular Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," ungkap Andi.

Baca juga: Terbaru Syarat Naik Pesawat Lion Air Group, Garuda, dan Citilink Masa PPKM hingga 18 Oktober 2021

Ia juga mengingatkan untuk, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di lembaga pendidikan/sekolah perlu mendapat perhatian serius para pihak pemegang otoritas dan pengambil kebijakan.

"Untuk itu penting keberadaan Satgas Covid-19 di sekolah terutama dalam mengawal dan mengawasi pelaksanaan Protokol Kesehatan di sekolah dan memastikan para pendidik serta para peserta didik telah diberikan vaksin.
 tegas Andi.

Begitu juga  kegiatan atau acara yang menimbulkan kerumunan orang banyak seperti pesta atau resepsi pernikahan.

(Bangkapos.com/Nurhayati)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved