Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Kasus Kematian Covid-19 di Pangkalpinang Menurun, Petugas Pemakaman Tetap Disiagakan 30 Orang

Tren kasus kematian Covid-19 di Kota Pangkalpinang menurun, berdasarkan data rilis Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang kasus ekmatian

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Ilustrasi saat proses pemakaman jenazah covid-19 di Kota Pangkalpinang oleh tim BPBD Kota Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tren kasus kematian akibat Covid-19 di Kota Pangkalpinang menurun, berdasarkan data rilis Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang kasus kematian tidak lagi mencapai 10 orang perharinya.

Bahkan beberapa hari terakhir tidak ada laporan kasus meninggal dunia, baru kemarin Rabu (6/10) ada 1 kasus meninggal.

Kendati demikian rupanya petugas pemakamaan di Kota Pangkalpinang tetap disiagakan 30 orang tidak ada penurunan petugas.

Kondisi ini disampaikan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang, Dedi Revandi, kata Dedi petugas memang tetap disiagakan 30 orang guna mengantisipasi lonjakan kasus yang bisa saja terjadi.

"Kami tetap siaga 30 orang petugas tidak ada penurunan, karena sebagai antisipasi dan bentuk kesiapsiagaan petugas pemakaman, siapa tahu ada peningkatan dalam waktu dekat karena kita tidak tahu masalah kematian itu ditangan Allah," ungkap Dedi kepada Bangkapos.com, Kamis (7/10/2021).

Baca juga: Aturan Terbaru Naik Pesawat Garuda, Lion Air, Batik Air, Sriwijaya Air, Nam Air, dan Citilink

Baca juga: PPKM Kembali Diperpanjang, Ini Syarat Bepergian dengan Pesawat dan Kereta, PCR Tetap Digunakan

Kata Dedi, ada tiga regu petugas pemakaman masing-masing terbagi menjadi 10 orang.

Menurutnya, jika tren kasus kematian akibat Covid-19 sedang menurun seperti saat ini petugas akan kembali bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya.

"Jadi kita sifatnya siap siaga, kalau ada yang meninggal langsung tim kita siap tapi kalau tidak kembali bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya di kantor atau dimana pun," kata Dedi

Menurutnya, hingga saat ini memang petugas pemakaman di Kota Pangkalpinang masih menggunakan APD tingkatan ketiga yakni APD hazmat.

Kata Dedi, belum ada instruksi untuk penurunan tingkatan APD untuk petugas pemakaman.

"Juknis pemakaman pemulasaran belum ada aturan yang mengantur untuk turun level, mungkin saja di rumah sakit sudah menggunakan level 2 karena sudah ada yang mengatur. Kalau petugas pemakaman sampai sekarang masih menggunakan APD level 3 berupa baju hazmat, sarung tangan, masker dan sepatu boots," jelas Dedi.

Baca juga: Percepatan Vaksinasi Babel Terus Genjot Vaksinasi Tahap Pertama hingga Capai Angka 75 Persen 

Baca juga: Covid-19, Dinkes Pangkalpinang Upayakan Sehari 30 Orang Testing  

Menurutnya, penggunaan APD lengkap membuat rasa kepercayaan diri petugas pemakaman lebih tinggi agar terlindungi saat menjalankan tugas.

"Sangat-sangat penting untuk mengantisipasi penularan, agar kawan-kawan kami petugas pemakaman lebih percaya diri dan mereka yakin ketika menggunakan APD mereka sedikit banyaknya ada keyakinan bahwa mereka terklndungi," sebutnya.

Menurut Dedi, saat ini stok APD di BPBD Kota Pangkalpinang juga masih tersedia cukup apalagi tersedia baju hazmat yang bisa digunakan berulang.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved