Breaking News:

Berita Bangka Barat

Sosialisasi Operasional Penambang, Kejari Bangka Barat Ingin Hindari Konflik dengan Nelayan

Sosialisasi rencana penambangan laut dari UPLB PT Timah yang akan beroperasi di wilayah laut Desa Bakit disambut baik oleh masyarakat setempat.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: El Tjandring
(Ist/Kejari Bangka Barat)
Kegiatan sosialisasi paparan rencana operasional penambang laut bertempat di bumdes Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kasubsi Ekonomi Keuangan dan Pengamanan Pembangunan Strategis Syaran Jafizhan, mewakili Kajari Bangka Barat Helena Octavianne mengikuti kegiatan, sosialisasi paparan rencana operasional penambang laut bertempat di bumdes Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat.

Sosialisasi tersebut juga diikuti Perwakilan UPLB PT Timah beserta jajaran, Kasdim 0431/Bangka Barat, Kasat Polairut Polres Bangka Barat, Perwakilan Polres Bangka Barat, Perwakilan Polsek Jebus, Danramil Jebus, Danpos AL Jebus, Camat Parittiga, Kades Bakit beserta masyarakat Bakit, Forum Panitia KIP, dan Bank BRI.

Adapun yang dibahas dalam sosialisasi yaitu rencana kerja perusahaan yang akan melakukan kegiatan penambangan, di wilayah operasi penambangan Desa Bakit milik PT Timah Tbk DU 1551 Laut Bakit Kecamatan Parittiga Kabupaten Bangka Barat.

Sosialisasi rencana penambangan laut dari UPLB PT Timah yang akan beroperasi di wilayah laut Desa Bakit disambut baik oleh masyarakat setempat, namun ada juga beberapa penolakan oleh sebagian masyarakat Desa Bakit.

Penolakan tersebut dilatar belakangi oleh masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan yang merasa keberatan, dikarenakan nelayan akan kesulitan dalam mencari tangkapan ikan.

Selain kegiatan sosialisasi terkait rencana penambangan laut, pihak PT Timah bekerja sama dengan Bank BRI melaksanakan pembagian buku tabungan rekening BRI kepada sekitar 100 nelayan dan masyarakat Desa Bakit.

"Ini untuk menerima sejumlah uang sebagai dana kompensasi dari pihak PT. Timah, sebagai upaya untuk menghindari adanya penyimpangan pembagian dana kompensasi. Sehingga diharapkan dapat diterima secara langsung oleh masing-masing penerima, besaran dana kompensasi tersebut dihitung dari nilai produksi dikalikan dengan nilai kompensasi masyarakat Desa Bakit," ujar Helena, Kamis (7/10/2021).

Sosialisasi dilaksanakan sebagai upaya pendekatan dengan masyarakat khususnya dengan para nelayan, hal ini dikarenakan nelayan yang nantinya akan mengalami dampak langsung dengan beroperasinya Kapal Isap Prosuksi (KIP) dari PT. Timah tersebut.

"Dengan adanya sosialisasi dan pembagian dana kompensasi tersebut, dapat memperlancar kegiatan penambangan. Sehingga PT. Timah yang merupakan BUMN sekaligus perpanjangan tangan dari pemerintah, dapat memanfaatkan potensi yang ada terutama di Laut Bakit," katanya.

Helena mengatakan hal tersebut seperti yang tercantum dalam Pasal 33 ayat 3 UUD 1945, yakni bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

"Sehingga potensi tersebut sudah seharusnya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan harapan, agar dapat meningkatkan perekonomian khususnya bagi masyarakat Desa Bakit dan sekitarnya dan dapat mendukung program pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi nasional (PEN)," ucapnya.

(Bangkapos.com/Rilis/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved