Erzaldi Rosman
1.000 Ekor Sapi Australia Segera Tiba di Babel, Erzaldi: Untuk Kebutuhan Daging Sekaligus Pembibitan
Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, telah membuka keran melakukan impor sapi dari Australia, yang bakal dimulai awal tahun mendatang.
Penulis: Riki Pratama |
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, telah membuka keran melakukan impor sapi dari Australia, yang bakal dimulai awal tahun mendatang.
Pada pengiriman pertama sebanyak 1.000 ekor sapi Australia bakal tiba di Bangka Belitung, diangkut menggunakan kapal dengan kapasitas 12.000 gros ton dengan kapasitas angkut ternak 5.000 ekor.
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, yang mengizinkan impor sapi potong dilakukan dari Australia.
Menurutnya kebijakan ini diambil, sebagai upaya untuk mencukupi kebutuhan daging sapi, agar harga terkendali, mengurangi ketergantungan dengan daerah lain dan dapat membudidayakan sapi.
Hal tersebut, ia sampaikan pada Selasa (5/10/2021) siang, di kantor gubernur, dihadiri sejumlah instansi terkait dan importir sapi.
Baca juga: Video Gisel Terbaru Pakai Baju Tidur, Rambut Terurai Goyang Bareng 2 Pria, Ditonton 4,7 Juta Kali
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Bangka Belitung, Juaidi, mengatakan, untuk impor nantinya akan dilakukan oleh korporasi dan bergabung dengan pengusaha sapi lainnya.
"Impor sapi akan dilakukan oleh korporasi atau pengusaha yaitu Jubairi juga akan bergabung dengan tim lainnya dia mengelola bersama dengam tim. Jadi mereka yang berkoordinasi berkaitan impor sapi ini," jelas Juaidi kepada Bangkapos.com, Jumat (8/10/2021).
Baca juga: Sudah Ditonton 4,7 Juta Kali, Viral Video Gisel Goyang Bareng Dua Pria di Kasur
Dia menambahkan, impor perdana direncanakan akan dikirimkan 1.000 ekor sapi dari Australia menggunakan kapal berkapasitas 12.000 gros ton.
"Pengiriman paling sedikit 1.000 ekor untuk sekali kirim. Tetapi, kebutuhan kita di Babel ini 14.000 dalam setahun, jadi sekali kirim minimal harus 3.000 ekor, karena setahun ia tiga kali pengiriman, tinggal dibagi saja, jadi bisa 3.000 sampai 5.000 seharusnya," lanjutnya.
Baca juga: Kaya Mendadak Uang Koin Kelapa Sawit Dijual Rp 100 Juta, Kolektor Buka Suara
Juaidi menambahkan, selain untuk digunakan sebagai sapi potong, sapi impor akan dibudidayakan dan dikembangkan sebagai upaya pemanfaatan dan pembibitan sapi di Bangka Belitung.
"Kita ingin melakukan pengembangan di Babel bersama peternak, perkebunan kelapa sawit dan pemerintah daerah, agar sapi impor ini dapat memenuhi kebutuhan daging sapi. Juga memotong jalur distribusi tidak melalui Lampung, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah seperti kotoran ternak yang bisa sebagai kompos," terangnya.
Ia mengatakan langkah impor ini dilakukan pemprov, karena pemerintah kesulitan mendapatkan bibit sapi, sehingga dengan cara impor diharapkan dapat memenuhi kebutuhan.
"Untuk bibit sapi kita kesulitan. Karena mereka juga butuh untuk dikembangkan di wilayah mereka. Sehingga pola impor sapi dilakukan di samping untuk dipotong, 20 persennya pembibitan dan ini menjadi peluang untuk pengembangan sapi di Babel," ungkapnya.
Dikatakanya sebanyak 85 persen kebutuhan daging sapi Babel berasal dari luar Babel atau sekitar 12 ribu ekor, dari total kebutuhan 16 ribu ekor di tahun 2020.
"Untuk pelaksaan impor ini pertama yang baru ingin kita rintis diharapkan dapat meningkatkan kebutuhan daging potong dan budidaya sapi di Babel," harapnya.
(Bangkapos.com/Riki Pratama)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20211005-sapi.jpg)