Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Persawahan di Babel Belum Tergarap Optimal, Faktor Jalan dan Irigasi Jadi Kendala

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel, Juaidi, mengatakan, Provinsi Bangka Belitung, memiliki lahan persawahan seluas 22.400 ha.

Penulis: Riki Pratama | Editor: El Tjandring
Istimewa
Aktivitas masyarakat memanen padi di sawah, di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan beberapa waktu lalu. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel, Juaidi, mengatakan, Provinsi Bangka Belitung, memiliki lahan persawahan seluas 22.400 hektar.

Tetapi, dari luasan itu, baru 60 persen yang digarap optimal, lantaran terkendala berbagai faktor.

"Faktor yang mempengaruhi lahan persawahan belum tergarap optimal yakni, SDM, kemudian belum memadai akses jalan dan irigasi," kata Juaidi kepada Bangkapos.com, Jumat (8/10/2021).

"Sebenarnya sudah digarap hanya saja sekali, setelah itu dua tahun sekali saat musim panas. Belum digarap optimal ini, bukan bearti lahan kita tidak bagus, tapi ada beberapa faktor, seperti SDM, jalan dan irigasi belum baik," katanya.

Juaidi mengatakan, pemerintah berupaya agar lahan persawahan yang belum tergarap ini dapat dioptimalkan dua kali setahun atau tiga kali setahun, seperti di Rias Bangka Selatan.

Baca juga: Video Gisel Terbaru Pakai Baju Tidur, Rambut Terurai Goyang Bareng 2 Pria, Ditonton 4,7 Juta Kali

Baca juga: Kaya Mendadak Uang Koin Kelapa Sawit Dijual Rp 100 Juta, Kolektor Buka Suara

Baca juga: Sudah Ditonton 4,7 Juta Kali, Viral Video Gisel Goyang Bareng Dua Pria di Kasur

"Yang penting bagi kami harus ada petaninya, jangan sampai sudah kami suport ternyata tidak ada petaninya. Untuk daerah-daerah yang irigasinya belum baik, akan disuport mulai dari saluran pembuangan dan sebagainya," terangnya.

Dia mengatakan walaupun masih ada persawahan yang belum dioptimalkan. Pihaknya masih optimis, swasembada beras dapat tercapai.

"Kita optmis bisa mencapai swasembada beras, dengan catatan, semua lahan di buka dan dikelola secara intensif, sehingga indek tanam 2 kali. Mampu memproduksi 5 ton gabah kering perhektar," lanjutmya.

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved