Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Anggaran Penanganan Covid-19 Tahun 2022, Amri: Prioritaskan Insentif Nakes dan Vaksinator  

Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung (Babel), Amri Cahyadi mengatakan pemerintah akan memperhatikan insentif tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 dan

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Wakil Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita). 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung (Babel), Amri Cahyadi mengatakan pemerintah akan memperhatikan insentif tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 dan vaksinator yang sudah dianggarkan pada Tahun 2022 mendatang.

Anggaran ini sudah dimasukkan dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022.

"Insentif nakes akan tetap diprioritaskan, jangan sampai mereka kita push dan intensif vaksinator, jangan sampai kita dorong untuk mengencarkan 70 persen herd immunity namun satu sisi tenaga kesehatan kita lelah, kita respon itu dan ini kita anggarkan," ujar Amri, Sabtu (9/10/2021).

Dia mengakui anggaran untuk penanganan Covid-19 tetap menjadi perhatian pada KUA PPAS APBD 2022.

"Untuk penanganan covid-19 akan tetap dianggarkan, pasti fasilitas pendukung alat kesehatan dan labkesda, kita sepakat dalam dan BLUD, tetap akan kita support, kenapa BLUD?, agar lebih cepat dalam proses BLUD(Badan Layanan Umum Daerah)," katanya.

Selain itu, dana-dana penanganan Covid-19 akan melekat pada dinas kesehatan, Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Ir Soekarno Bangka Belitung dan BPBD Babel.

"Memang kondisi covid-19 saat ini melandai, tapi kita tetap harus waspada, jangan sampai ada varian baru," katanya.

Sebelumnya, Ketua  Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Bangka Belitung sekaligus Dokter Spesialis Ahli Bedah, dr Adi Sucipto, Sp B mengingatkan agar masyarakat tak lengah, walaupun kasus Covid-19 di Babel mulai melandai.

"Walaupun kondisi seperti ini, kita tetap waspada hingga landai jangka panjnang. Tetap ya prorokol kesehatan diterapkan ketika beraktivitas, kemudian vaksinasi itu harus terus jalan, untuk membentuk herd immunity," ujar dr Adi.

Dia menyebutkan upaya melawan Covid-19 itu memang harus diterapkan, pasalnya untuk mengantisipasi agar tidak ada gelombang baru dalam kasus Covid-19.

"Jadi asumsi terkait gelombang ketiga, sampai saat ini kita tidak melihat adanya tanda-tanda itu, semoga saja tidak ada," kata dr Adi. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved