Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kampong Tige Oerang Tuatunu Akhirnya Dialiri Listrik, Pengurus Gelar Syukuran di Masjid Kayu

Kampoeng Tige Oerang di Tuatunu dicanangkan sebagai destinasi wisata baru di Kota Pangkalpinang sejak Tahun 2019 lalu.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Fery Laskari
istimewa
Pengurus Kampoeng Tige Orang menggelar syukuran di masjid kayu Tuatunu sebagai bentuk syukur listrik telah masuk di kawasan tersebut. (Ist/ Heri) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kampoeng Tige Oerang di Tuatunu dicanangkan sebagai destinasi wisata baru di Kota Pangkalpinang sejak Tahun 2019 lalu.

Wisata sejarah dan budaya yang menonjolkan suasana pedesaan ini rupanya sejak awal belum ada aliran listrik, selama ini hanya mengandalkan mesin genset.

Rupanya kemarin Jumat (8/10/2021) momen yang sangat dinantikan itu selesai. Aliran listrik dari PT PLN akhirnya dapat menerangi destinasi wisata yang akan menjadi pusat edukasi, rekreasi sejarah dan budaya masyarakat awal pembentukan kebudayaan di pulau Bangka itu.

Pencetus wisata Kampung Tige Urang, Heri Thalib mengatakan pihaknya "Sudah hampir sepuluh tahun ini di kawasan Kampoeng Tige Urang itu memang belum ada listrik dan belum di aspal. Alhamdulillah kemarin melalui Pemkot Pangkalpinang akhirnya melakukan pemasangan listik sampai ke Kampak dan semoga nanti aspal juga segera jadi," ujar Heri kepada Bangkapos.com, Sabtu (9/10/2021).

Karena itu pula pihaknya melakukan syukuran langsung di Masjid Kayu dekat kawasan kampoeng tige orang tersebut. "Jadi semacam syukuran kita buat beberapa kegiatan seperti salat tasbih, pembelajaran huruf hijaiyah. Sebagai wujud syukur kami yang selama ini dinantikan akhirnya datang juga, acara-acara kami selama ini selalu terbatas dengan listrik," jelasnya.

Dia berharap, dengan hadirnya listrik dan pengaspalan di kawasan wisata tersebut dapat samkin meningkatkan wisatawan untuk berkunjung ke Kampoeng Tige Orang.

"Kami optimis dengan listrik sudah masuk, dan jalan sedang dalam proses pengaspalan akan menambah tingkan kunjungan wisatawan ke Kampoeng Tige Orang. Karena selama ini hanya itu yang kami butuhkan," katanya.

Heri mengatakan dirinya sengaja membangun Kampoeng Tige Urang ini dengan menyatukan tiga suku yang ada di Pulau Bangka yaitu Suku Darat, Laut dan Suku Melayu.

"Semenjang menjadi Kampoeng Tige Oerang masjid kayu itu masuk dalam kawasan Kampoeng Tige Oerang, yang mana ini kampung orang Bangka terdahulu yang pertama kali menghuni pulau Bangka tiga suku ini," jelas Heri.

Kata Heri, pada wisata Kampoeng Tige Oerang ini memang yang ingin lebih ditonjolkan adalah wisata sejarah dan budayanya.

"Kita juga ada museum yang mengenalkan beberapa budaga kita, terutama budaya melayu contoh dambus seninya, kemudian kuliner masakan melayunya kita tonjolkan disana. Lalu karya kemelayuan kita tonjolkan disana seperti kopiah resam, anyaman tikar dan banyak lagi lainnya," jelasnya.

Kawasan Kampung Melayu Tuatunu meliputi Kawasan Kampung Melayu Tuatunu, Kawasan Kelekak Tuatunu dan Destinasi wisata Sejarah dan Budaya buatan Kampoeng Tige Oerang ( Kampung Orang Darat, Kampung Orang laut dan Kampung Orang Melayu).

Kawasan Kampung Melayu Tuatunu diperkaya dengan destinasi wisata sejarah dan budaya buatan Kampoeng Tige Oerang. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved