Breaking News:

Berita Bangka Barat

Orangtua yang Buang Bayi di Dusun Rumpis Bangka Barat Sepakat Menikah, Begini Nasib Sang Bayi

Untuk bayi itu sudah diadopsi, kami dari Puskesmas hanya menyerahkan dengan disaksikan Kapolsek juga. Selanjutnya sudah berdiskusi dengan keluarga

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: khamelia
istimewa
SEORANG ibu memangku bayi ditemukan oleh warga di Dusun Rumpis, Desa Berang, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, Jumat (20/08/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pasca penemuan seorang bayi malang yang ditemukan di dalam kardus, Kepala Puskesmas Simpang Teritip Sahadi mengatakan bayi malang tersebut kini sudah ada yang mengadopsi. 

Sebelumnya diketahui bayi malang tersebut ditemukan oleh warga di Dusun Rumpis, Desa Berang, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat pada jum'at (20/08/2021) lalu. 

"Untuk bayi itu sudah diadopsi, kami dari Puskesmas hanya menyerahkan dengan disaksikan Kapolsek juga. Selanjutnya sudah berdiskusi dengan keluarga, kalau sudah di sana bukan ranah kita lagi. Jadi dari Puskesmas sudah selesai, dan di adopsi juga sudah secara layak," ujar Sahadi saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Sabtu (09/10/2021). 

Terkait identitas kedua orang tua bayi, Kapolres Bangka Barat, AKBP Agus Siswanto mengungkapkan sudah mengetahui identitasnya yakni berinisial ZD dan AD. 

"Kalau untuk keputusan membuang bayi itu, saat itu sudah kesepakatan mereka berdua untuk melakukan hal tersebut," tutur AKBP Agus Siswanto. 

Selain itu saat ini diketahui dari keterangan AKBP Agus Siswanto, keduanya orang tuanya sudah sepakat untuk menikah. 

"Kedua belah pihak memutuskan untuk menikah, ini kemauan keduanya. Jadi bukan Polres Bangka Barat yang menyuruh, semoga menjadi langkah yang baik," ungkapnya. 

Sementara itu sebelumnya Bidan Puskesmas Parittiga Eri mengungkapkan sejumlah fakta miris saat pertama kali menemukan bayi malang tersebut. 

Saat diwawancarai Eri mengungkapkan ketika menemukan bayi tersebut bersama warga, kondisi bayi tersebut sedang kedinginan akibat ditinggal begitu saja di pinggir jalan. 

"Ada warga yang datang melihat bayi, lalu lapor, jadi saya lihat ke sana setelah saya lihat bayinya memang sedang kedinginan. Lalu berhubung baju bayi itu basah, kami menggantikan popok dan baju bayi itu," ujar Eri. 

Bahkan tak hanya baju yang basah, saat ditemukan tali pusar bayi pun juga diungkapkan Eri masih belum terlepas. 

"Lalu saya lihat ada cap kakinya dan tali pusar juga belum lepas, lalu saya bawa ke puskesmas dulu untuk di lihat mana tau ketemu ibu atau dilacak polisi lahirnya dimana," ungkapnya. 

Sedangkan terkait penemuan bayi, bermula dari ditemukan oleh warga sekitar pukul 06.00 dan langsung dibawa ke Puskesmas Simpang Teritip. 

"Dari penelusuran pegawai kami yang bertugas di UGD, pagi sekitar jam 06.00 bayi ditemukan di pinggir jalan dekat dengan mushola dan posisinya diletakkan di dalam kardus," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).  

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved