PON Papua
Pulang ke Bangka Belitung Atlet PON Discreening di Swab PCR dan Malaria, Isolasi Selama 5 Hari
Atlet asal Bangka Belitung yang usai bertandin di PON Papua diminta untuk melakukan isolasi selama lima hari.
Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Para atlet asal Bangka Belitung usai bertanding di PON Papua diminta untuk melakukan isolasi selama lima hari.
Isolasi ini untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran Covid-19.
Ketentuan tersebut disampaikan oleh, Sekretaris Satgas Covid-19, Mikron Antariksa kepada Bangkapos.com, Senin (11/10/2021) di ruang kerjanya.
Menurut Mikron hal ini dilakukan sebagai upaya antisipasi dan menjaga kesehatan atlet usai selesai bertanding membawa nama Bangka Belitung di kancah nasional.
"Sudah selesai berlomba, mereka ini diminta langsung pulang, tidak menambah hari, menambah aktivitas. Karena kita akan melakukan screening di bandara saat mereka pulang dari Papua kita tes Covid-19 dan malaria, ada tim sudah dibentuk dari satgas dan KKP," jelas Mikron kepada Bangkapos.com, Senin (11/10/2021).
Mikron menegaskan, kedatangan atlet PON asal Bangka Belitung saat ini sedang berangsur-angsur pulang ke Bangka Belitung.
"Kontingen datang dari Papua wajib hukumnya melakukan isolasi selama selama lima hari. Tujuannya untuk memberikan keselamatan, keamanan terhadap diri atlet dan masyarakat secara umumnya," katanya.
Selain itu, dia mengatakan hingga saat ini belum ada atlet asal Bangka Belitunh dinyatakan positif Covid-19.
"Sampai saat ini berdasarkan laporan tidak ada yang positif, tentunya kalau ada akan masuk ke tempat karantina di Papua sana disediakan satgas sana dan sampai saat ini belum ada. Kondisi atlet kita sehat semua, setelah selesai berjuang meraih prestasi," jelasnya.
Lebih jauh, Mikron mengatakan, satgas pusat telah meminta mewaspadai lonjakan kasus Covid-19 terjadi pada akhir tahun, karena banyaknya perayaan hari besar.
"Yang terjadi dari sejarah bahwa setelah ada kenaikan di Asia Tenggara atau dua bulan daerah lain meningkat, maka di kita bakal meningkat terjadi lonjakan. Prediksi satgas pusat tersebut tentunya akan diwaspadai daerah termasuk Babel, dengan adanya beberapa satgas yang menjalankan fungsinya," ungkapnya.
Mikron mengharapkan masyarakat jangan terlena dengan kondisi saat ini yang kasus Covid-19 di Babel terus melandai.
"Jangan karena terbiasa oleh data yang sekarang landai kita lengah. Tetapi bisa saja ada gelombang peningkatkan karena diakibatkan lalai dengan prokes. Sehingga harapan kami tetap situasi saat ini landai terus dan prokes juga berjalan baik terus," harap Mikron.
(Bangkapos.com/Riki Pratama)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210912-mikron.jpg)