Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Tempat Isolasi Terpusat Covid-19 di Bangka Belitung Sepi Penghuni, Terisi Hanya 78 Tempat Tidur  

Tempat isolasi terpusat Pasien Covid-19 di Provinsi Bangka Belitung (Babel) sepi penghuni, bersamaan dengan meredanya kasus positif dalam beberapa pe

Penulis: Riki Pratama | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Tempat isolasi terpusat pasien Covid-19  Asrama Haji, di Provinsi Bangka Belitung sepi penghuni, bersamaan dengan meredanya kasus positif dalam beberapa pekan ini. (Bangkapos.com/Riki Pratama) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Tempat isolasi terpusat Pasien Covid-19 di Provinsi Bangka Belitung (Babel) sepi penghuni, bersamaan dengan meredanya kasus positif dalam beberapa pekan ini.

Data Satgas Covid-19 Babel, menyebutkan sebanyak 89 tempat isolasi terpusat tersebar di Babel. Dengan jumlah terbanyak di Belitung dengan 39 isoter.

Belitung Timur 24 isoter, Bangka Barat 9, Bangka 5, Bangka Selatan 1, Bangka Tengah 8, Pangkapinang 1, dan Provinsi Babel 2 isoter.

Ketua Satagassus Isoter Babel,  Mikron Antariksa, mengatakan, untuk keterisian isolasi terpadu saat ini secara keseluruhan 78 tempat tidur atau jumlah BOR 5,85 persen.

"Untuk kapasitas isoter keseluruhan 1.334 tempat tidur, terpakai 78 dan tersisa 1.256 tempat tidur," jelas Mikron kepada Bangkapos.com, Senin (11/10/2021) di tempat kerjanya.

Sementara, untuk isolasi terpusat asrama haji dan gedung BLK juga sepi menampung pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

"Di Asrama Haji hanya menampung 2 orang pasien, walaupun sepi kita pertahankan sebagai upaya kita melakukan penanganan Covid-19 bukan hanya untuk kasus positif saat ini saja, tetapi berfikir terjadi lonjakan dan tindakan lainya nantinya," lanjutnya.

Dia menambahkan, isolasi terpusat sepi penghuni ini disebabkan karena kondisi pasien aktif yang juga mengalami pelandaian.

"Karena sempat kita kasus aktif mencapai 6 ribu orang sekarang hanya 510 orang kasus aktif, sehingga keterpakaian isoter di Asrama Haji juga mengalami penurunan drastis, begitu juga di kabupaten/kota," terangnya.

Mikron mengatakan, asrama haji juga nantinya selain untuk pasien positif juga digunakan untuk atlet PON yang baru pulang dari Papua apabila ingin melakukan isolasi.

"Saat sekarang atlet PON baru pulang dari Papua yang mana berdasarkan surat edaran harus melakukan tes PCR dan mengumpulkan mereka di isoter dan diwajibkan mengadakan isolasi terpusat dan mandiri apabila hasilnya positif akan di rawat di tempat isoter yang tersedia," kata Mikron. (Bangkapos.com/Riki Pratama) 

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved