Breaking News:

Berita Kriminalitas

Terjerat Kasus Korupsi Kredit Modal Kerja, Mantan Bos BRI Pangkalpinang Mengaku Tak Bersalah

Ardian Hendri Prasetyo, Mantan Pimpinan Cabang (Pincab) BRI Pangkalpinang, yang terjerat kasus  korupsi pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja

Penulis: Antoni Ramli | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Anthoni Ramli
Terdakwa Ardian Hendri Prasetyo, mantan Pimpinan Cabang (Pincab) BRI Pangkalpinang, saat menjalani sidang korupsi pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) secara virtual di ruang Garuda Pengadilan Negeri PHI / Tipikor Negeri Kelas 1A, Senin (11/10/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ardian Hendri Prasetyo, Mantan Pimpinan Cabang (Pincab) BRI Pangkalpinang, yang terjerat kasus  korupsi pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) mengaku tidak bersalah saat menghadiri sidang di ruang Garuda Pengadilan Negeri PHI / Tipikor Negeri Kelas 1A, Senin  (11/10/2021)

"Insyaallah saya gak (tidak) salah," jawab Ardian, dihadapan ketua majelis hakim, Iwan Gunawan.

Sebelumnya, Iwan Gunawan, melontarkan pertanyaan apakah terdakwa Ardian, merasa bersalah dalam kasus korupsi KMK tersebut.

"Apakah saudara terdakwa Ardian, merasa bersalah dalam kasus ini," tanya Iwan Gunawan.

Tak sampai disitu, Iwan Gunawan juga sempat bertanya, apakah terdakwa Ardian, menerima aliran dana, dari terdakwa Redinal selaku Acount Officer (AO) dalam perkara terdakwa, Firman Direktur CV. Hayxellindo Putra Jaya (CV HPJ).

"Terdakwa Ardian, apakah saudara menerima aliran uang dari Redinal," tanya Iwan.

"Tidak sama sekali yang mulia,"jawab Ardian.

Baca juga: Video Gisel Terbaru Pakai Baju Tidur, Rambut Terurai Goyang Bareng 2 Pria, Ditonton 4,7 Juta Kali

Baca juga: Dapat Pinjaman Rp50 Juta Tanpa Jaminan dari BRI Mudah Banget, Siapkan HP, KTP dan Usaha Seperti Ini

Baca juga: Ini Syarat Naik Pesawat Terbaru Semua Maskapai, Setelah Revisi Inmendagri No 47, Masih Perlu PCR

Iwan juga menanyakan, selaku pimpinan apakah terdakwa Ardian tahu, jika AO Redinal, 'bermain mata' terkait nilai objek yang dianggunkan ke BRI.

"Tahu gak AO ini 'maen mata' dengan debitur, baik syarat dan anggunan," kata Iwan, melanjutkan pertanyaan lainnya.

Iwan juga heran pada pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) BRI jadi merugi yang disebabkan nilai objek yang diangunkan tidak sesuai di bawah nilai taksiran sebenarnya.

"Umumnya, kalau kreditnya macet, angunan itu bernilai dilelang, kenapa BRI tidak begitu, karena nilai taksiran objek tidak sesuai AO itu penyakitnya," kata Iwan.

Apalagi, kata Iwan bedasarkan pengalaman dirinya, mengajukan pinjaman ke perbankan tersebut tidak mudah. Di mana, mulai dari pemberkasan, survei hingga nilai taksiran angunan betul betul selektif.

"Ngajukan kredit pinjaman di bank itu sangat sulit, karena saya juga pernah pinjam ke bank, anggunannya harus sesuai, jadi kalau macet tinggal dilelang," kenang Iwan  menceritakan pengalamannya.

(Bangkapos.com /Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved