Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Wakil DPRD Babel Tampung Aspirasi Terkait Keluhan PPDB hingga Kesejahteraan Guru

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung (Babel), Amri Cahyadi menyerap aspirasi, dalam segi pendidikan saat melakukan reses

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung (Babel), Amri Cahyadi menyerap aspirasi dari segi pendidikan saat melakukan reses di SMA Negeri 1 Riau Silip, Kabupaten Bangka, Senin (11/10/2021). (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung (Babel), Amri Cahyadi menyerap aspirasi, dalam segi pendidikan saat melakukan reses di SMA Negeri 1 Riausilip, Kabupaten Bangka, Senin (11/10/2021).

Berbagai aspirasi telah ditampung dimulai dari terkait pembelajaran secara online, sarana, prasarana, kesejahteraan guru dan pengelolaan bus yang melewati sekolah.

Kepala Sekolah SMA N 1 Riausilip, Willem menjelaskan terkait kondisi sekolah dari segi sarana dan sumber daya manusia.

"Sekolah kami berdiri sejak tahun 2008, jumlah guru PNS ada 10 orang dan honor berjumlah 15 orang. Sementara jumlah siswa ada 464 orang, dengan rincian putra 216 orang dan putri 248 orang," ujar Willem dalam sambutannya Senin (11/10/2021).

Diakuinya, pelaksanaan vaksinasi untuk guru sudah 100 persen sementara untuk siswa belum divaksin ada 41 orang karena penyakit bawaan dan faktor orangtua tidak mengizinkan.

"Namun dari 41 orang ini sudah ada yang mulai mengajukan untuk mengikuti vaksin. Selain itu, ada beberapa aspirasi yang ingin kami sampaikan mengenai akses jalan dan juga pengelolaan bus yang menjemput anak didik kami yang jam jemput kami rasa belum efektif, untuk ditindaklanjuti," katanya.

Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Amri Cahyadi mengapresiasi penyampaian aspirasi yang dilontarkan beberapa guru dan siswa untuk kemajuan pendidikan di sekolah tersebut.

"Dari reses ini kami menyerap aspirasi, keluhan dan saran dari masyarakat khusus di dapil Bangka. Kami memang fokus di SMA karena banyak keluhan dari PPDB 2021 pada sistem zonasi, di sini menolak hampir 200 lebih siswa, hal ini karena keterbatasan ruang belajar dan posisi rumah yang jauh dari sekolah," ujar Amri usai reses.

Menyikapi ini, mereka harus perjuangkan hal ini agar Kementerian Pendidikan dapat mengubah kebijakan peraturan tersebut sehingga tidak menimbulkan gejolak hal serupa seperti tahun 2021 ini.

"Terkait kesejahteraan guru juga tadi disampaikan dan mengenai efektif tidak pembelajaran online, mereka merasa tidak efektif, di sini Alhamdulilah sudah dibuka pembelajaran tatap muka, kita harap di Belinyu juga dipertimbangkan agar diizinkan tatap muka sesuai kondisi daerah," harapnya.

Pihak sekolah juga sempat mengeluh terkait sarana dan prasaran seperti gedung serba guna (GSG) yang belum ada dan fasilitas ekstrakulikuler yang belum memadai.

"Terkait sarana dan prasana akan kita perjuangkan di APBD Provinsi, tentu ini menjadi pokok pikiran DPRD yang akan diparipurna dan disingkronkan musrenbang desa kemudian menjadi kebijakan daerah di APBD kita," kata Amri. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved