Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Info Covid-19 Bangka Belitung, Kepatuhan Menjaga Jarak dan Menghindari Kerumunan Mulai Meningkat

Kepatuhan masyarakat Bangka Belitung menjaga jarak dan menghindari kerumunan saat ini mulai menunjukkan peningkatan.

Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Yuranda
Tim Gabungan gencar mengimbau masyarakat Kota Pangkalpinang, agar mematuhi protokol kesehatan covid-19, saat berada di tempat keramaian atau di kafe-kafe, Minggu (11/9/2021) malam 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepatuhan masyarakat Bangka Belitung menjaga jarak dan menghindari kerumunan saat ini mulai menunjukkan peningkatan.

Dalam monitoring Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung di 302 titik selama 1 pekan dari 4-10 Oktober 2021, angka kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan 92,64% dari 91,36% rerata nasional.

Angka ini meningkat dibanding pekan sebelumnya.

Peningkatan juga terjadi pada tinkat kepatuhan warga memakai masker.

Satgas akan terus memantau 2 bagian dari protokol kesehatan ini untuk menekan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Bangka Belitung.

Baca juga: Cara Satgas Kejar Target Herd Immunity di Bangka Belitung, Vaksinasi Siang Malam Hingga Doorprize

Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung, Andi Budi Prayitno mengatakan data di atas menjelaskan bahwa tingkat kepatuhan dan kesadaran dalam menerapkan Protokol Kesehatan 6M khususnya di Bangka Belitung 1 pekan terakhir ini mengalami peningkatan baik dalam penggunaan masker maupun dalam perilaku menjaga jarak, setelah dalam 1 bulan sebelumnya tingkat kepatuhan mengalami penurunan.

"Tentu saja hal ini kabar baik dan menggembirakan di tengah ikhtiar kita bersama dalam menghadapi gelombang ke-II pandemi Covid-19 dengan pelbagai variannya, serta mengantisipasi dan mempersiapkan diri terhadap ancaman gelombang ketiga," kata Andi Budi Prayitno kepada Bangkapos.com, Selasa (12/10/2021).

Jika sebelumnya protokol kesehatan hanya meliputi 3 M yakni Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan pakai sabun, kini diperluas menjadi 6 M.

Prokes 6 M meliputi Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir/hand sanitizer, Mengurangi mobilitas, Menghindari kerumunan, dan Menghindari makan bersama

"Oleh sebab itu, kami tak bosan-bosannya terus mengajak kita semua untuk membiasakan Protokol Kesehatan 6M dalam kehidupan kita sehari-hari, sebagai bagian dari tanggung jawab dan kesadaran kolektif agar pandemi Covid-19 ini bisa terkendali dan segera berakhir. Jangan abai apalagi menyepelekan Covid-19 karena sudah banyak korban terpapar," kata Andi Budi.

Polres Pangkalpinang Lebih Selektif Beri Izin Keramaian

Sejumlah instansi termasuk kepolisian turut bertanggung jawab dalam upaya menjaga kedisiplinan masyarakat mematuhi protokol kesehatan.

Satu di antara upaya tersebut yakni, Polres Pangkalpinang lebih selektif dalam memberikan izin keramaian. Hal ini untuk menghindari berkumpulnya massa yang dikhawatirkan meningkatkan risiko penularan coronavirus disease 2019.

Baca juga: Inilah Aturan Naik Pesawat Sampai PPKM 18 Oktober, Siapkan Kartu Vaksin, Antigen, Atau PCR

Kapolres Pangkalpinang AKBP Dwi Budi Murtiono mengatakan, pihaknya selalu mengkaji setiap usulan izin keramaian yang masuk sesuai dengan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM di Pangkalpinang.

"Jadi, penanggulangan Covid-19 di Kota Pangkalpinang hampir sama dengan kabupaten lain. Kita tetap menerapkan PPKM karena Pangkalpinang sendiri masih masuk dalam kategori level 3. Berkaitan dengan kegiatan masyarakat yang sifatnya berkerumun, kami mesti selektif," kata Budi dalam Dialog Ruang Tengah Bangka Pos, Senin (11/10/2021).

Meski demikian, pihaknya tetap membuka ruang bagi masyarakat yang ingin melaksanakan kegiatan bersifat berkerumun.

Akan tetapi, tetap disertai berbagai persyaratan ketat seperti wajib vaksin dan harus menjaga jarak.

Hal itu sesuai dengan hasil rapat bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Pangkalpinang.

Budi mencontohkan beberapa kegiatan yang sudah digelar pada masa PPKM level 3, antara lain, Kejuaraan Provinsi Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) dan lomba kicau burung di Bangka Botanical Garden (BBG).

"Dengan demikian, masyarakat Kota Pangkalpinang sendiri tidak merasa terbatasi ruang lingkupnya. Namun, untuk kegiatan malam masih belum kita berikan keleluasaan, masih kita batasi dengan pukul 22.00 WIB," ujar Budi.

Dia menyebut aparat kepolisian saban hari menggelar berbagai razia, seperti kegiatan rutin yang ditingkatkan atau KYRD. Hal tersebut dilakukan karena Budi tidak ingin Pangkalpinang mengalami kenaikan level PPKM.

Menurutnya, kenaikan level PPKM tentu dapat berimbas kepada masyarakat luas.

"Komitmen kami berkaitan dengan PPKM ini masih sama, kita mengingatkan (tempat hiburan malam) yang sudah melewati batas tolong diindahkan. Ini untuk kebaikan kita bersama dan masyarakat Pangkalpinang," katanya.

"Jangan sampai menimbulkan klaster baru. Sementara kasus Covid-19 saat ini sudah melandai, kalau meningkat kembali ini membuat repot kita semua. Terlebih lagi kalau level PPKN kita meningkat menjadi level IV, pembatasan lebih ketat dibandingkan dengan yang sekarang," tutur Budi.

Lebih lanjut, ia mengatakan, peran aparat kepolisian dalam penanggulangan Covid-19 bukan semata-mata untuk membatasi aktivitas masyarakat justru lebih berperan aktif menjaga masyarakat demi kepentingan bersama.

"Peran kepolisian bukan untuk menahan, tetapi untuk menjaga. Kita juga tidak mau bekerja sendiri karena kepentingan," ujar Budi.

"Yang harus kita jaga adalah kepentingan masyarakat Kota Pangkalpinang. Kalau PPKM kita naik, saat ini masyarakat yang sudah menikmati pelonggaran, kalau terjadi pengetatan banyak masyarakat yang komplain," lanjutnya. (Bangkapos.com/Fitriadi/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved