Breaking News:

Bangka Pos Hari Ini

Polres Pangkalpinang Lebih Selektif Beri Izin Keramaian di Masa PPKM

Polres Pangkalpinang lebih selektif dalam memberikan izin keramaian. Hal ini untuk menghindari berkumpulnya massa

Penulis: Suhendri CC | Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Kapolres Pangkalpinang AKBP Dwi Budi Murtiono (kanan) saat mengikuti Dialog Ruang Tengah Bangka Pos yang dipandu Ali Syahbana (kiri). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Polres Pangkalpinang lebih selektif dalam memberikan izin keramaian. Hal ini untuk menghindari berkumpulnya massa yang dikhawatirkan meningkatkan risiko penularan coronavirus disease 2019.

Kepala Polres Pangkalpinang AKBP Dwi Budi Murtiono mengatakan, pihaknya selalu mengkaji setiap usulan izin keramaian yang masuk sesuai dengan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM di Pangkalpinang.

"Jadi, penanggulangan Covid-19 di Kota Pangkalpinang hampir sama dengan kabupaten lain. Kita tetap menerapkan PPKM karena Pangkalpinang sendiri masih masuk dalam kategori level 3. Berkaitan dengan kegiatan masyarakat yang sifatnya berkerumun, kami mesti selektif," kata Budi dalam Dialog Ruang Tengah Bangka Pos, Senin (11/10).

Meski demikian, pihaknya tetap membuka ruang bagi masyarakat yang ingin melaksanakan kegiatan bersifat berkerumun.

Akan tetapi, tetap disertai berbagai persyaratan ketat seperti wajib vaksin dan harus menjaga jarak.

Hal itu sesuai dengan hasil rapat bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Pangkalpinang.

Baca juga: Balas Dendam Firanda Cs Berbuah Perunggu, Sepakbola Putri Bangka Belitung Bungkam DKI Jakarta 3-0

Budi mencontohkan beberapa kegiatan yang sudah digelar pada masa PPKM level 3, antara lain, Kejuaraan Provinsi Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) dan lomba kicau burung di Bangka Botanical Garden (BBG).

"Dengan demikian, masyarakat Kota Pangkalpinang sendiri tidak merasa terbatasi ruang lingkupnya. Namun, untuk kegiatan malam masih belum kita berikan keleluasaan, masih kita batasi dengan pukul 22.00 WIB," ujar Budi.

Dia menyebut aparat kepolisian saban hari menggelar berbagai razia, seperti kegiatan rutin yang ditingkatkan atau KYRD. Hal tersebut dilakukan karena Budi tidak ingin Pangkalpinang mengalami kenaikan level PPKM.

Menurutnya, kenaikan level PPKM tentu dapat berimbas kepada masyarakat luas.

"Komitmen kami berkaitan dengan PPKM ini masih sama, kita mengingatkan (tempat hiburan malam) yang sudah melewati batas tolong diindahkan. Ini untuk kebaikan kita bersama dan masyarakat Pangkalpinang," katanya.

"Jangan sampai menimbulkan klaster baru. Sementara kasus Covid-19 saat ini sudah melandai, kalau meningkat kembali ini membuat repot kita semua. Terlebih lagi kalau level PPKN kita meningkat menjadi level IV, pembatasan lebih ketat dibandingkan dengan yang sekarang," tutur Budi.

Baca juga: Sudah Keliling Puskesmas, Ibu Muda di Pangkalpinang Ini Cemas Bayinya Tak Dapat Vaksin DPT

Lebih lanjut, ia mengatakan, peran aparat kepolisian dalam penanggulangan Covid-19 bukan semata-mata untuk membatasi aktivitas masyarakat justru lebih berperan aktif menjaga masyarakat demi kepentingan bersama.

"Peran kepolisian bukan untuk menahan, tetapi untuk menjaga. Kita juga tidak mau bekerja sendiri karena kepentingan," ujar Budi.

"Yang harus kita jaga adalah kepentingan masyarakat Kota Pangkalpinang. Kalau PPKM kita naik, saat ini masyarakat yang sudah menikmati pelonggaran, kalau terjadi pengetatan banyak masyarakat yang komplain," lanjutnya. (Bangka Pos/u1)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved