Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Tahun Ini 3.400 Hektar Lahan di Bangka Belitung Bakal Direhabilitasi Mangrove

Pemerintah saat ini sedang gencarnya melaksanakan rehabilitasi ekosistem hutan mangrove.

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
bangkapos.com
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bangka Belitung, Marwan. (Bangkapos.com/Riki Pratama) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah saat ini sedang gencarnya melaksanakan rehabilitasi ekosistem hutan mangrove.

Presiden Joko Widodo juga telah menetapkan model rehabilitasi hutan mangrove di Bali untuk direplikasi ke daerah lain di Indonesia.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bangka Belitung, Marwan, mengatakan pada tahun ini sebanyak 3.400 hektar bakal ditanam atau rehabilitasi mangrove.

"Kita mendapat program rehabilitasi dari Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) seluas 3.400 hektar, disebar di Provinsi Bangka Belitung, proyek ini dikerjakan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Baturusa Cerucuk," jelas Marwan kepada Bangkapos.com, Selasa (12/10/2021).

Marwan, mengatakan sebanyak 3.400 hektar ini merupakan program padat karya sehingga dilaksanakan beramaan dengan dibentuk kelompok untuk mengerjakan rehabilitasi mangrove, dengan total 113 kelompol di Babel.

"Setiap kelompok terdapat 15 sampai 20 orang dengan program padat karya ini, dapat meningkatkan pendapatan ekonomi di tengah Covid-19 ini. Nantinya, setiap kelompok akan melakukan pembibitan dan penanaman selama program yang dijalankan selama satu tahun ini," jelasnya.

Dia menambahkan program ini sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan pemerintah di tengah Pandemi Covid-19.

"Jadi kita perlu strategi ketahanan masyarakat, setiap kelompok yang dibentuk jangan langsung bubar setelah melakukan rehabilitasi. Kita minta berikan untuk kelompo perhutanan sosial yang surat keteranganya langsung dari menteri. Mereka mengelola, menjaga, serta melestarikan dalam mengambil manfaat," tegasnya.

Marwan mengatakan Dinas Lingkungan Hidup Babel, telah menetapkan Juru Seberang, sebagai daerah rool model dengan luas lahan 250 hektar kawasan hutan di tanam mangrove yang dahulunya kawasan bekas tambang timah.

"Tadinya mereka juga orang tambang, tetapi mereka menjadi cinta lingkungan dan membuat taman mangrove jadi kita mendukung kelompok masyarakat ini," katanya.

Lebih jauh, Marwan menjelaskan lahan rusak dan kritis dari total luas kawasan hutan 659.000 hektar, yang rusak kurang lebih 100.000 hektar.

"Itu tergolong kritis sehingga harus ditanam kembali dan rehabilitasi. Kita harapkam para penambang tidak hantam kromo, melihat sudah direhabilitasi dengan tanaman mangrove yang mau tumbuh, di rusak kembali. Tolang dapat dijaga, karena faktor yang besar penyebab kerusakan hutan karena pertambangan," keluhnya.
(Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved