Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Tren Kasus Covid-19 Menurun, Keterisian Tempat Tidur Rumah Sakit di Pangkalpinang Kini 22 Persen

dr Masagus M Hakim menyebutkan, situasi pandemi Covid-19 semakin baik di Kota Pangkalpinang.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr Masagus M Hakim. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr Masagus M Hakim menyebutkan, situasi pandemi Covid-19 semakin baik di Kota Pangkalpinang.

Selain dari turunnya tren kasus Covid-19 harian dan mingguan, jumlah keterisian tempat tidur (bed occupancy rate, BOR) di rumah-rumah sakit di Kota Pangkalpinang juga kini cukup rendah.

"Total dari empat rumah sakit rujukan covid-19 kita di Kota Pangkalpinang hanya tiga yang terisi, satu Primaya Hospital kosong tidak merawat pasien, jadi tingkat keterisian BOR kita kini tersisa 22 persen saja," ungkap Hakim kepada Bangkapos.com, Selasa (12/10/2021).

Menurut Hakim, saat ini hanya ada dua orang yang dirawat di RSUD Depati Hamzah dari total 36 tempat tidur yang tersedia, dan 13 tempat tidur terisi di RSBT dari total 23 tempat tidur.

Sementara Primaya Hospital Bakti Wara Dan Rumah Sakit Kalbu Intan Medika (KIM) nihil pasien.

"Hal ini tentunya disebabkan karena semakin masifnya proses vaksinasi yang hampir merata, jadi kasus dengan gejala yang berat sudah cukup menurun dan ada pengaruhnya juga dengan penerapan PPKM yang terus berlanjut," sebut Hakim.

Meskipun kasus Covid-19 mengalami tren perbaikan secara konsisten, tapi Hakim meminta masyarakat untuk tetap waspada lantaran vaksin tak menjamin untuk tidak terpapar covid-19.

"Kita tetap waspada sudah pasti, kemarin kasus kita sampai benar meningkat itu karena proses vaksin kita yang belum merata, sekarang tua, muda, remaja, semuanya kita vaksin, " bebernya.

Selain BOR yang terus menurun, Hakim mengungkapkan terjadi penurunan kasus aktif serta angka sembuh yang meningkat signifikan.

"Sekarang kasus penambahan persatu harinya kadang tidak lagi sampai 10, tapi kasus sembuh kita bertambah sehingga kasus aktif kita sekarang tersisa 102 orang saja," jelas Hakim.

"Kondisi ini menandakan salah satu bukti keberhasilan kepatuhan masyarakat terhadap PPKM," ungkap Hakim.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved