Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Vaksin DPT Untuk Bayi Kosong, Dokter Spesialis  Anak Khawatir Banyak Bayi Mudah Terserang Penyakit

Program Vaksinasi Covid-19 saat ini sedang digeber, namun vaksin yang masuk dalam program imunisasi rutin dari pemerintah untuk bayi seperti Vaksin Di

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Fery Laskari
Bangkapos.com
Ilustrasi bayi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Program Vaksinasi Covid-19 saat ini sedang digeber, namun vaksin yang masuk dalam program imunisasi rutin dari pemerintah untuk bayi seperti Vaksin Difteri, Pertusis, dan Tetanus (DPT), kini semakin langka.

Akibatnya, bayi-bayi saat ini kesulitan untuk mendapatkan vaksin DPT. Jika kekosongan berlarut-larut, ditakutkan memunculkan wabah penyakit yang dialami pada bayi usia di bawah satu tahun.

Dokter Spesialis Anak RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang sekaligus Bendahara Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Provinsi Bangka Belitung (Babel), dr Helfiani, sangat menyayangkan terjadinya kekosongan vaksin DPT di Kota Pangkalpinang.

Menurutnya, persoalan tersebut dikhawatirkan dapat berimbas pada kesehatan anak di bawah satu tahun.

Kata Helfiani vaksin DPT memang dapat memberikan kekebalan bagi bayi terhadap penyakit.

"Kita juga masih cek ke pusat ada apa kendalanya sampai benar-bener kosong seperti ini, kalau masih telat satu sampai tiga bulan sebetulnya itu tidak masalah tapi kalau sudah lama ngulang lagi. Yang akan dirugikan anak-anak jika tidak segera divaksin akan gampang sakit nanti," ungkap Helfiani kepada Bangkapos.com, Selasa (12/10/2021).

Helfiani menyebut, rentang usia bayi yang menerima vaksin DPT yakni 2-5 bulan.

"Jangan sampai terjadi outbreak wabah penyakit seperti difteri, pertusis, tetanus, fungsinya vaksin itukan untuk mencegah itu. Kalau umurnya masih 7 bulan itu tidak.msalh dilanjutkan vaksinnya tapi untuk yang sudah satu tahun itu sudah lewat," bebernya.

Ia berharap, pemerintah dapat segera mengatasi persoalan kekosongan DPT dengan mengatur ketersediaan logistik.

Sebab, kelangkaan vaksin DPT juga akan menghambat jadwal pemberian imunisasi bagi bayi di bawah usia enam bulan.

"Katanya lagi proses tidak mungkin sampai berlama-lama seperti ini, kiga juga khwatir kalau terus kosong pasti nanti akan ada solusinya. Kalau kosong terus bahaya juga, nanti imunisasi selanjutnya tidak bisa diikuti," katanya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved