Breaking News:

Berita Kriminalitas

Berdalih Jatah Preman, Pegawai Pecel Lele di Pangkalpinang Babak Belur Dikeroyok Orang Tak Dikenal

Seorang pegawai pecel lele, di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung babak belur setelah digebuki pembeli.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
MS (19) seorang pegawai pecel lele di Pangkalpinang saat melaporkan kasus pengeroyokan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pangkalpinang beberapa waktu lalu. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Seorang pegawai pecel lele, di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung babak belur setelah digebuki pembeli.

MS (19) dipukuli oleh enam orang tak dikenal, setelah ia mencoba meminta uang pembayaran kepada seorang pembeli.

Namun bukannya mendapatkan uang bayaran, justru pembeli tersebut merasa tidak senang karena ditagih uang pembayaran oleh MS.

"Pertama orang itu langsung beli, pesan ayam dua. Terus udah dimasakin selesai pas ditanya suruh bayar enggak mau bayar," ungkap MS kepada Bangkapos.com, Rabu (13/12/2021).

Remaja laki-laki ini bercerita, aksi pengeroyokan yang dilakukan sejumlah orang tak dikenal tersebut terjadi pada Jumat 8 Oktober 2021 kemarin sekitar pukul 03.00 WIB.

Baca juga: 8 Debitur Perkara Korupsi BRI Lakoni Sidang Perdana, Didakwa Turut Serta Merekayasa Berkas KMK

Baca juga: Total Investasi McDonalds Pangkalpinang Capai Rp15 Miliar, Serap 30 Tenaga Kerja Lokal

Awalnya pelaku yang seorang diri mendatangi warung pecel lele tempat MS bekerja, di kawasan Jalan Ahmad Yani, Pangkalpinang.

Saat itu pelaku memesan dua ayam goreng dibungkus kepada seorang korban lainnya. 

Setelah pesanan diberikan, ternyata pelaku enggan membayarnya.

Dia berdalih lantaran makanan tersebut sebagai 'jatah preman' hingga akhirnya terjadi cekcok mulut diantara ketiganya.

MS (19) seorang pegawai pecel lele di Pangkalpinang saat melaporkan kasus pengeroyokan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pangkalpinang beberapa waktu lalu.
MS (19) seorang pegawai pecel lele di Pangkalpinang saat melaporkan kasus pengeroyokan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pangkalpinang beberapa waktu lalu. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Usai cekcok kemudian pelaku langsung pergi sembari mengancam akan memanggil rekan-rekannya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved