Breaking News:

Human Interest Story

Kisah Dewi 14 Tahun Jadi Guru Honorer, Tunaikan Nazar Lulus PPPK Bagikan Nasi Kotak Untuk Lansia

Pemerintah telah mengumumkan hasil seleksi kompetensi tahap I guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Dok/Dewi
Dewi Apriani guru Honorer di SDN 14 Pangkalpinang yang lulus PPPK 2021 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah telah mengumumkan hasil seleksi kompetensi tahap I guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada, Jumat (8/10) lalu. Semua guru honorer pun menantikan hari pengumuman dengan penuh harapan yang besar.

Hal itu pula yang sangat dinantikan Dewi sejak 14 tahun terakhir, hari itu sangat berarti baginya.

Umur ibu satu orang anak itu tidak lagi cukup untuk ikut tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), sejak 2007 lalu ia mengabdi menjadi seorang guru honorer di SDN 14 Kota Pangkalpinang.

Hari itu menjadi momen yang sangat mengharukan untuk Dewi, bahkan ia tak menyangka dirinya termasuk guru yang lulus PPPK di Pangkalpinang.

Baca juga: Ini yang Bikin Bu Guru Honorer Menangis di Pelukan Nadiem, Anak Muridnya Pun Ikut Bersedih

Baca juga: 100.000 Guru Honorer akan Diangkat Jadi PPPK, Viral Guru Honorer Stroke Digendong Saat Ikut Tes

Dewi punya nazar jika ia lulus PPPK 2021 ia akan membagikan nasi kotak untuk lansia sesuai umurnya dan sang suami.

Tahun ini guru honorer kelas 6 itu berusia 41 tahun dan sang suami 42 tahun.

"Itukan wujud kita bahwa tidak punya apa-apa dan tidak punya kekuatan, jadi harapan kita dengan bernazar Allah kasi kemudahan. Kemudian saya bilang kalau saya lolos ini PPPK ya Allah saya akan berikan nasi kotak untuk lansia sebanyak umur saya dan suami jadi saya mengeluarkan 83 nasi kotak untuk lansia," ungkap Dewi kepada Bangkapos.com, Rabu (13/10/2021).

Bahkan sebelumnya, nazar Dewi ketika dirinya dinyatakan lolos seleksi administrasi ia akan berpuasa selama tiga hari berturut-turut.

Sampai meneteskan air mata Dewi menyebut, sejumlah nasi kotak yang ia niatkan untuk diberikan kepada lansia ia berikan untuk guru-gurunya tercinta yang sudah tua, hingga kepala sekolahnya yang dulu.

"Saya kasihnya untuk guru-guru kepala sekolah saya yang dulu, senior-senior saya, sambil silahturahmi saya cium tangan mereka satu-satu. Semua Allah yang menggerakan saya untuk itu, umur sudah 41 kalau memang lulus saya mau keluarin sebagai bentuk syukur saya meskipun tidak banyak," ungkap Dewi terharu.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved