Breaking News:

Berita Bangka Barat

Pemkab Babar Akan Berlakukan Syarat Vaksinasi Covid-19 untuk Layanan Publik, Begini Tanggapan Warga

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat akan memberlakukan penggunaan bukti vaksinasi Covid-19 dalam pelayanan publik.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: El Tjandring
bangkapos.com
Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat akan memberlakukan penggunaan bukti vaksinasi Covid-19 dalam pelayanan publik.

Wakil Bupati Bangka Barat Bong Ming Ming menyebutnya sebagai upaya dalam mempercepat terbentuknya herd Immunity.

Kebijakan tersebut sudah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Bangka Barat nomor 360/956/BPBD/2021, tentang penggunaan bukti vaksinasi Covid-19 dalam pelayanan publik terhitung 1 Oktober 2021.

Untuk semakin mempercepat terbentuknya herd Immunity khususnya di Kabupaten Bangka Barat, saat ini pun tempat keramaian seperti pasar juga diwacanakan akan diberlakukan hal yang sama.

"Harus kita pahami bagaimana kita melindungi dan menjaga masyarakat kita, agar sehat dan tidak terpapar Covid-19," ujar Bong Ming Ming, Rabu (13/10/2021).

"Salah satu cara untuk mencegah penyebaran yang sudah berdasarkan penelitian adalah vaksinasi, makanya pemda berpikir masyarakat harus 75 persen masyarakat sudah vaksinasi," katanya lagi.

Untuk mendukung percepatan vaksinasi, pasar pun ditargetkan akan menjadi tempat untuk sasaran vaksinasi dikarenakan keramaian dan mobilitas tinggi dari masyarakat berkumpul di Pasar.

"Kita kejar sampai ke Pasar, agar ibu-ibu dan konsumen Pasar tetap sehat. Kita tidak punya niat untuk menzolimi masyarakat, tapi niat kita agar menjaga masyarakat untuk sehat dan akan kita lakukan itu," ucapnya.

Bong Ming Ming mengungkapkan akan menyediakan gerai vaksinasi di Pasar, serta memastikan stok vaksin aman untuk masyarakat.

"InsyaAllah hari ini kita ketersediaan vaksin di atas 20 ribu, target capaian juga kita masih tertinggi. Kita butuh dukungan masyarakat, agar percepatan vaksinasi semakin cepat," tuturnya.

Sementara itu satu di antara warga Jalan Menara Air, Kecamatan Muntok, Sutiarti mengaku kaget jika masuk pasar harus disertai bukti vaksin.

Baca juga: Tim Misteri Cari Barang Bukti, Kucing Kesayangan Amalia Tiba-tiba Muncul dan Bersikap Aneh

Baca juga: Begini Caranya Agar Uang Koin Rp 1000 Kelapa Sawit Bisa Laku Jutaan Rupiah di Kalangan Kolektor

Baca juga: Demi Wijin, Gisella Anastasia Rela Lakukan Ini hingga Video 19 Detik Viral dan Bikin Heboh

"Pasar orang mau belanja, mau beli sayur, daging semua buat makan. Kaget juga lah kalau harus nunjukin bukti vaksin, repot nanti kan pasar itu nyari kebutuhan pokok sehari-hari," ucap Sutiarti.

Namun Sutiarti yang juga sudah mengikuti vaksinasi hingga dosis kedua, berharap Pemerintah dapat memastikan layanan vaksin agar masyarakat tidak kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan pokok.

"Kalau ada vaksin di tempat, ya gak apa-apa biar orang ikut vaksin. Asalkan jangan dipersulit saja, mati lah kita kalau beli ikan aja gak bisa karena belum vaksin," ungkapnya.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved