Tahukah Anda Hukum Berobat ke Dukun, Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad
Ustaz Abdul Somad menyebutkan, siapa yang pergi ke dukun dan percaya dengan ucapan dukun tidak diterima shalatnya selama 40 hari 40 malam
Penulis: Widodo | Editor: Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM -- Di jaman modern saat ini masih banyak orang yang masih percaya dengan dukun.
Mereka beranggapan bahwa dukun bisa memenuhi apa yang diinginkan oleh peminta tersebut.
Memercayai dukun sebenarnya tidak dianjurkan.
Apalagi bahkan sampai meminta menghilangkan penyakit, memasang susuk, putus cinta bahkan mau kaya.
Lalu, apa hukum berobat ke dukun?
Melansir dari ceramah Ustaz Abdul Somad dari kanal YouTube Kun Ma Alloh pada 28 September 2017, dia menjelaskan hukum berobat ke dukun.
"Siapa yang pergi ke dukun dan percaya dengan ucapan dukun tidak diterima shalatnya selama 40 hari 40 malam," kata Ustaz Abdul somad.
Kemudian dia melanjutkan, hadist kedua maka dia sudah dianggap sudah kafir kepada nabi Muhammad SAW.
Dia menyarankan bagi yang masih mengakses dukun berhentilah, jangan pernah lagi berkonsultasi dengan dukun.
"Saya pernah mendapati susuk pada tulang yang patah oleh dukun agar tidak terasa nyeri atau sakit," kata dia.
Ustaz Abdul Somad menyebutkan kenapa tidak boleh berobat ke dukun karena dukun rata-rata berteman dengan jin.
Kendati demikian, dia menjelaskan, dukun terbagi menjadi dua. Ada dukun yang pakai jin dan ada yang tidak pakai jin.
Keduanya sama-sama haram hukumnya. Tetapi kalau pakai doa maka boleh.
"Sesuai riwayat Abdullah Bin Abbas tentang boleh membacakan ayat-ayat seperti ayat Kursi," kata Usatz Abdul somad.
Tidak boleh berobat ke dukun
Menurut sapaan UAS itu, jika kita sakit kita boleh berobat ke dokter, namun kenapa tidak boleh berobat ke dukun. Dokter boleh ke dukun tak boleh?
Dokter mengasi resep, resep itu diteliti ternyata ada korelasi antara resep dan penyakit.
Kalau penyakitnya ini, obatnya ini, ada korelasi, sedangkan dukun tidak ada korelasi.
Ada orang sakit dikasihnya (dukun) batu ponari, sehat, ada orang sakit dipukul-pukulnya, sehat, itulah yang tidak ada korelasi, itulah yang membuat dia syirik, kenapa? karena rata-rata dukun itu pakai jin.
Ada Jamaah yang nanya tapi dukun itukan punya ramuan? kata UAS itu namanya bukan dukun, yang punya ramuan itu bukan dukun, itu namanya herbalist.
"Kalau anda sakit, sakitnya apa? gatal-gatal, ini ada ditumbuknya belerang, dicampurnya dengan kelapa, nanti dimasak, dimakan pakai nasi, itu boleh, tapi dia dukun, itu dia tidak diukur, dia herbalist, dukun itu yang pakai jin, pakai jin dia, ada hantunya.," jelasnya.
Tidak ada hubungan korelasi sama sekali, main pukul-pukul pakai tongkat tak ada hubungan sama sekali secara medis secara sains nah itu dukun.
"Bukan kah kita sama-sama minta tolong? betul. Sama doktor minta tolongnnya murni logis, sama dukun minta tolongnnya, dia minta tolong lagi, sama siapa? sama setan, buka surat al jin juz 29," sebutnya.
"Sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat," ujar dia.
(Bangkapos.com/Widodo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/tangkapan-layar-youtube-ustaz-abdul-somad.jpg)