Breaking News:

Berita Bangka Barat

Dua Pria Asal Muntok Terancam Penjara 20 Tahun, Terciduk Simpan Sabu 17,54 Gram dan 13 Butir Ekstasi

Dua pria masing-masing RD (24) dan SS (25), warga Kelurahan Menjelang, Kecamatan Muntok, Bangka Barat terancam pidana penjara 20 tahun.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Konferensi pers yang digelar Polres Bangka Barat terhadap empat tersangka tindak pidana narkotika, Kamis (14/10/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dua pria masing-masing RD (24) dan SS (25), warga Kelurahan Menjelang, Kecamatan Muntok, Bangka Barat terancam pidana penjara 20 tahun.

Ancaman hukuman itu mendera keduannya setelah Tim Hantu Jajaran Sat Res Narkoba Polres Bangka Barat menemukan narkotika jenis sabu seberat 17,54 gram dan 13 butir pil ekstasi saat menggeledah rumah mereka pada Senin (11/10/2021).

Terungkapnya penyalahgunaan narkotika ini berawal dari penangkapan saat Sat Res Narkoba Polres Bangka Barat yang dipimpin Iptu Eddy Yuhansyah berhasil mengamankan RA (25) dan TO (26) di Desa Air Samak, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat pada Senin (11/10/2021) sekitar pukul 12.30.

Dari tangan keduanya, tim Hantu Sat Resnarkoba Polres Bangka Barat berhasil menemukan barang bukti sabu seberat 1,68 gram.

"Dari keduanya, ditemukan enam paket sabu yang dibuang RA di pinggir jalan. Saat dilakukan interogasi RA menggaku barang tersebut yang diperolehnya dari RD," ujar Kabag Ops Polres Bangka Barat, Kompol Evry Susanto didampingi Kasat Res Narkoba Polres Bangka Barat, Iptu Eddy Yuhansyah saat konferensi pers, Kamis (14/10/2021).

Berbekal informasi dari RA terkait asal barang haram yang didapatkan dari RD, Tim Hantu langsung memburu keberadaan RD.

Tak butuh waktu lama sekitar pukul 14.00, Tim Hantu berhasil mengamankan RD (24) dan SS (25) warga Kelurahan Menjelang, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

Saat digeledah ditemukan barang bukti berupa 11 paket sabu seberat 17,54 gram, serta 13 butir pil ekstasi.

Kompol Evry Susanto mengatakan keempatnya berperan sebagai kurir dalam bisnis haram tersebut. Pihaknya masih melakukan pengembangan dari mana sabu dan ekstasi tersebut berasal.

"Untuk bandarnya ada di Jakarta, jadi mereka ini dapat telepon dari bandar kalau ada barang mereka suruh ngambil dan disuruh nganter ke pembeli," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved