Breaking News:

Jubir Satgas Babel Tegaskan Prokes Tak Boleh Kendor, Fokus Vaksinasi Massal Covid-19 hingga 80 %

"Meski vaksinasi Covid-19 sudah diberikan, tidak berarti bahwa orang yang sudah divaksin boleh mengabaikan Protokol Kesehatan...."

Bangkapos.com/Riki Pratama.
Juru Bicara Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung, Andi Budi Prayitno. -- 

Jubir Satgas Babel Tegaskan Prokes Tak Boleh Kendor, Fokus Vaksinasi Massal Covid-19 hingga 80 %

BANGKAPOS.COM -- Hingga kini, Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ) terus berupaya keras melakukan penanganan kesehatan terkait Covid-19.

Tak hanya itu, tim Satgas Penanganan Covid-19 memberikan perlindungan sosial terhadap masyarakat yang terdampak Covid-19 sekaligus melakukan pemulihan ekonomi akibat pandemi panjang Covid-19.

Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di Bangka Belitung, Andi Budi Prayitno mengungkapkan, dalam penanganan di bidang kesehatan terkait Covid-19, Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel, fokus untuk melaksanakan program vaksinasi massal Covid-19 hingga menjangkau setidaknya 80 persen dari total jumlah populasi penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Vaksin Covid-19 terbukti bermanfaat, aman, dan sehat karena sudah diuji secara klinis dan mendapatkan izin penggunaan dari lembaga resmi, yakni BPOM RI serta dinyatakan kehalalan dan kesuciannya berdasarkan fatwa dan sertifikasi dari MUI. Karenanya masyarakat tak perlu ragu karena vaksin ini telah teruji keamanan, mutu, serta khasiat dan kehalalannya," kata Andi Budi Prayitno, Kamis (14/10/2021).

Dikatakannya, sudah 8 bulan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Babel, dan akan terus dilakukan sepanjang tahun 2021 untuk mewujudkan Herd Immunity atau kekebalan komunitas/kelompok dari serangan Covid-19.

Baca juga: Begini Caranya Agar Uang Koin Rp 1000 Kelapa Sawit Bisa Laku Jutaan Rupiah di Kalangan Kolektor

Baca juga: Begini Caranya Agar Uang Koin Rp 1000 Kelapa Sawit Bisa Laku Jutaan Rupiah di Kalangan Kolektor

Baca juga: STOP! Orang-orang dengan Kondisi Ini Jangan Lagi Minum Air Kelapa, Bisa Bahaya Bagi Tubuh

Baca juga: Cinta Tak Direstui, Pria ini Tinggalkan Pacar Penjual Sayur padahal Pendapatannya Rp 21 Juta/Bulan

"Diharapkan dapat mengurangi transmisi atau penularan Covid-19, terutama menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat virus corona, serta melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, menjaga produktivitas dan meminimalkan dampak sosial-ekonomi," ucapnya.

Terkait vaksin, lanjutnya, animo dan antusiasme masyarakat di Bangka Belitung untuk divaksin Covid-19 sangat tinggi.

"Meski vaksinasi Covid-19 sudah diberikan, tidak berarti bahwa orang yang sudah divaksin boleh mengabaikan Protokol Kesehatan. Kita tetap harus menjaga diri dari potensi terpapar Covid-19, Semua harus lebih peduli dengan meningkatkan kewaspadaan dini. Kita tak boleh lengah ataupun panik, namun harus tetap awas, waspada dan juga peduli," ucapnya.

Karenanya, Protokol Kesehatan 6M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Mengurangi mobilitas, serta Menghindari kerumunan dan makan bersama) serta 3T (Testing, Tracing, dan Treatment), merupakan satu rangkaian utuh yang tidak terpisahkan.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved