Breaking News:

Berita Kriminal

Kajati Babel Beri Peringatan Antisipasi Masalah Hukum Terkait Kredit di Dunia Perbankan  

Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Daroe Tri Sadono ingatkan pihak perbankan di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung un

Penulis: Jhoni Kurniawan | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Daroe Tri Sadono (Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Daroe Tri Sadono ingatkan pihak perbankan di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk berhati-hati dan tegas dalam mengeluarkan fasilitas kredit.

Menurut Daroe, hal yang paling rawan dalam dunia perbankan yaitu perkreditan. Untuk itu ia mengingatkan agar pihak-pihak perbankan harus benar-benar memastikan dan menguasai seluk-beluk calon nasabah yang mengajukan kredit atau calon debitur.

"Yang paling rawan dalam perbankan adalah perkreditan, tentunya untuk menghindari ini maka teman-teman di perbankan harus menguasai betul seluk-beluk nasabah atau calon debitur ini," ujar Daroe Tri Sadono kepada Bangkapos.com pada Kamis (14/10/2021).

Tak hanya itu, Daroe yang sebelumnya menjabat sebagai Wakajati Riau ini mengingatkan pihak-pihak perbankan untuk terlebih dulu mencari tahu mengenai profil calon nasabah.

"Harus tau profiling calon debitur ini, profiling di sini bukan sekedar mengetahui profil bersangkutan tetapi juga pantas tidaknya calon debitur ini mengajukan kredit dengan jumlah pinjaman sekian dan dengan tempo sekian," tuturnya.

Untuk itu, Daroe mengingatkan pihak perbankan guna melakukan segala sesuatunya dengan benar, tidak hanya di atas kertas tetapi secara nyata demi menghindari hal-hal yang pada ujungnya bersinggungan dengan hukum.

Dareo tak lupa mengingatkan pihak-pihak terkait dalam dunia perbankan untuk melaksanakan tugas dengan sebaik mungkin  dan tidak ikut terjebak atau secara sadar melakukan perbuatan melawan hukum.

Ia juga mengingatkan agar jangan sampai ada niatan jahat untuk melakukan penyimpangan yang akhirnya akan merusak sistem di perbankan dan meruntuhkan kepercayaan publik terhadap bank atau perbankan. (Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved