Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Pengajuan Permohonan Menikah Mulai Meningkat, Ini Aturan Satgas Covid-19

Kepala Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang, H.Firmantasi menyebut, pada bulan September lalu memamg terjadi peningkatan pengajuan permohonan nikah di me

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kepala Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang, H.Firmantasi menyebut, pada bulan September lalu memamg terjadi peningkatan pengajuan permohonan nikah di menikah di Kantor Urusan Agama (KUA).

Menurutnya, keningkatan ini sudah terjadi sejak pasca lebaran Iduladha kemarin hingga saat ini bulan Oktober.

Tercatat sejak awal tahun lalu hingga akhir September, Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang sudah menerima pendafatan nikah sebanyak 827 calon pengantin.

Kata Firmantasi, pada bulan September kemarin terjadi peningkatan dibandingkan bulan seblumnya, dengan total 66 perkawinan tercatat di tujuh Kecamatan.

"Biasanya habis lebaran Iduladha pasangan calon yang mendaftarkan diri untuk menikah itu memang mengalami kenaikan, terus sampai September kemarin meningkat juga karena saat ini penyebaran covid-19 juga sudah melandai. Untuk September kemarin ada 66, cuma karena sekarang masih dalam masa pandemi tidak banyak mengalami kenaikan," ujar Firmantasi kepada Bangkapos.com, Kamis (14/10/2021).

Namun, kata Firmantasi sebetulnya tidak ada penurunan persyaratan untuk pengajuan nikah di KUA, aturan yang diberlakukan tetap sama. 

"Kalau syarat tetap sama tidak ada perubahan vaksin itu harus lah sudah vaksin, tapi sekarangkan kita kasusnya sudah terus menurun sedikit lebih aman untuk melakukan resepsi ya," tuturnya.

Tak hanya itu, menurutnya beberapa banyak yang memang sudah terjadwal sejak beberapa bulan lalu.

"Protokol kesehatan sudah pasti harus diterapkan, seperti tempat cuci tangan di pintu masuk, tamu undanga dan keluarga harus menggunakan masker, tapi ini sebetulnya sudah menjadi kebiasaan msyarakat tidak perlu lagi diingatkan," tuturnya.

Semenatara Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang, Dedi Revandi, pelaksanaan resepsi pernikahan di Kota Pangkalpinang memang diberbokehkan.

Namun kata Dedi, ketentuan diberlakukan berdasarkan aturan PPKM dimana Kota Pangkalpinang masih masuk PPKM Level 3.

Menurutnya, hal ini mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 41 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019.

"Pada wilayah PPKM Level 3, untuk kegiatan resepsi pernikahan dan hajatan (kemasyarakatan) maksimal 50 persen dari kapasitas atau maksimal 50 orang dan tidak ada hidangan makanan ditempat dengan penerapan protokol kesehatan yang diatur oleh Pemerintah Daerah," kata Dedi.

Dia menyebut, untuk protokol kesehatan sudah pasti harus benar-benar diterapkan dan juga melakukan koordinasi sengan Satgas Covid-19 setempat.

"Mungkin karena sekarang tren kasus kita sudah menurun, jadi masyarakat sudah sedikit lebih tenang menggelar resepsi pernikahan. Tapi tetap syarat dan aturan kita berlakukan hanya kemarin bolehnya 25 persen sekarang sudah boleh 50 persen," katanya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved