Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Pernah Digaji Rp30 Ribu Per Bulan, Guru Honorer di Bangka Tengah Ini Lolos CPPPK di Usia 51 Tahun

Di usianya yang sudah tak muda lagi, Ayah satu anak yang mengajar IPS dan olahraga ini terharu dan tak menyangka lulus CPPPK.

Penulis: Sela Agustika | Editor: El Tjandring
istimewa/doc. Pribadi Ali
Ali Ra Romadoni (51) peserta CPPPK guru Bangks Tengahyang lolod tes 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Setelah 17 tahun mengabdi sebagai guru honorer di SMP Negeri 2 Namang, Ali Ra Romadoni (51) bersyukur lolos sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru di tempatnya mengabdi.

Di usianya yang sudah tak muda lagi, Ayah satu anak yang mengajar ilmu pengetahuan sosial (IPS) dan olahraga ini terharu dan tak menyangka bisa lulus PPPK di Bangka Tengah.

"Ahamdulillah senang dan bersyukur sekali bisa lolos PPPK ini, saya juga terkejut karena memang enggak disangka-sangka, usia sekarang ini saya tinggal pasrah, karena ini merupakam kali ketiga saya ikut tes PPPK ini, dan Alhamdulillah kali ini diberi kesempatan lolos," ungkap Ali dengan penuh rasa syukur, Kamis (14/10/2021).

Ia menyebutkan, selama mengikuti tes dirinya memang telah berupaya semaksimal mungkin agar bisa lolos.

"Kalau persiapan memang sebelum tes saya belajar dari buku-buku yang ada dan juga belajar di internet dan ada soal-soal yang memang di-share online untuk pencernaan materi PPPK ini," kata Ali.

Suka duka menjadi guru honorer tentunya dirasakan oleh Ali, pasalnya sejak SMP N 2 Namang beridiri sekitar tahun 2004 lalu dirinya sudah menjadi guru honorer.

Bahkan selama menjadi guru honorer ia pernah menerima gaji dengan nominal Rp 30.000 hingga nominal Rp 500 ribu yang diterimanya saat ini.

"Tentunya selama menjadi guru honorer banyak yang kita lalui, baik suka atupun duka, bahkan dari awal saya jadi guru ini pernah terima gaji Rp 30 ribu waktu itu, dan Alhamdulillah sekrang diberi kesempaatan bisa lolos PPPK," ujarnya.

Di samping sebagai guru honorer, dirinya juga memiliki toko sembako sebagai usaha sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Ali mengucapkan terima kasih atas kebijakan pemerintah dalam mensejahterakan para guru, khususnya melalui program PPPK ini.

"Terima kasih banyak atas kebijakan pemerintah, tentunya ini sangat baik, kami masih bisa ikut seleksi umum dengan jalur afirmasi," tuturnya.

Hingga dinyatakan Lulus PPPK 2021 betul-betul menjadi momen yang sangat mengharukan baginya. Bahkan dengan pencapain ini ia pun bernazar ingin bersedekah kepada anak yatim ataupun fakir miskin.

"Jujur sebenarnya saya bener-bener tidak percaya karena sekarang umur saya juga sudah 51 sementara orang biasanaya pensiun di usia 60-an kalau dipikir mana mungkin lagi. Dan apapun hasilnya saya percaya apapun hasilnya berarti itu yang terbaik untuk," tuturmya.

Ali berharap, dengan lulusnya PPPK ini dirinya terus berupaya untuk mengemban amanah secara profesional, dan memberikan pelajaran yang bermanfaat.

"Saya ingin ke depannya saya bisa terus berkomitmen dan menjadi bagian dalam memberikan pendidkan hang lebib optimal dan baik," ujarnya.

Bangkapos.com/Sela Agustika

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved