Breaking News:

Berita Kriminalitas

Polres Pangkalpinang Tindak Tegas 40 Motor Balap Liar Ditilang Sebulan, Pemilik Harus Bawa Orang Tua

Pihak Satlantas Polres Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung menilang puluhan sepeda motor telah saat melakukan razia.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Puluhan kendaraan yang terjaring razia tampak terparkir di halaman belakang Satlantas Polres Pangkalpinang, Kamis (14/10/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pihak Satlantas Polres Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung menilang puluhan sepeda motor telah saat melakukan razia, karena kedapatan aksi balap liar, di Kawasan Taman Dealova, Rabu (13/10/2021) petang.

Selain penilangan, sebanyak 40 unit kendaraan sepeda motor itu juga ditahan selama satu bulan.

"Selain ditilang, yang ketahuan balap liar kita tahan kendaraannya selama satu bulan. Hal itu guna memberikan efek jera kepada mereka," kata Kepala Satuan Lalu Lintas, Polres Pangkalpinang AKP Toni Susanto saat dikonfirmasi Bangkapos.com, di Pangkalpinang, Kamis (14/10/2021).

Baca juga: Leher Pekerja TI Diterkam Buaya saat Dorong Ponton TI Apung, Warga Kesulitan Evakuasi Tubuh Korban

Baca juga: Ini Kronologis Versi Polsek Riausilip Terkait Warga Diterkam Buaya, Dua Rekan Korban Tendang Buaya

Kemudian bagi pemilik motor yang kedapatan mengikuti aksi trek-trekan, kata Toni, mereka harus datang bersama orangtuanya beserta ketua RT atau RW setempat.

Hal itu dilakukan guna sebagai saksi dalam pembuatan surat pernyataan.

"Kemudian membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan serupa dengan sepengetahuan orang tua," tegas Toni.

Puluhan kendaraan yang terjaring razia tampak terparkir di halaman belakang Satlantas Polres Pangkalpinang, Kamis (14/10/2021)
Puluhan kendaraan yang terjaring razia tampak terparkir di halaman belakang Satlantas Polres Pangkalpinang, Kamis (14/10/2021) (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Di samping itu,  menurut Toni, mereka juga harus membawa dokumen kendaraan dan mengembalikan kondisi motor sesuai dengan keadaan semula.

Baik mulai dari knalpot, spion, roda, bodi, sampai tanda nomor kendaraan bermotor atau TNKB.

"Melalui langkah ini, kami yakin para pemilik motor bisa jera dan tidak mengulangi perbuatannya. Sebab, balap liar meresahkan warga," sebutnya.

Baca juga: Proses Pencarian Korban Terkaman Buaya di Sungai Melandut Riausilip Gunakan Dua Perahu Karet

Baca juga: BREAKING NEWS: Pekerja TI Korban Buaya Sungai Melandut Sudah Ditemukan, Begini Kondisinya

Menurut Toni, mayoritas pelaku aksi balap liar adalah kalangan remaja.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved