Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Satgas Covid-19 di Sekolah Pastikan Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Pelajar Terus Berjalan

Vaksinasi Covid-19, Protokol Kesehatan 6M serta 3T merupakan satu rangkaian utuh yang tidak terpisahkan dalam rangka penanganan pandemi Covid-19.

Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Siswa menjalani pemeriksaan suhu tubuh saat baru datang untuk mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di SDN 51 Kota Pangakalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 terus mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk melakukan vaksinasi di sekolah.

Vaksinasi ini penting untuk kelancaran pembelajaran tatap muka (PTM) siswa dan guru di sekolah.

Dalam hal ini, PTM di lembaga pendidikan atau sekolah perlu mendapat perhatian serius para pihak pemegang otoritas dan pengambil kebijakan.

"Untuk itu penting keberadaan Satgas Covid-19 di sekolah terutama dalam mengawal dan mengawasi pelaksanaan Protokol Kesehatan di sekolah dan memastikan terutama para pendidik serta para peserta didik telah memperoleh vaksin setidaknya dosis 1," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung, Bangun Cahyo Utomo kepada Bangkapos.com, Rabu (13/10/2021).

Bangun Cahyo mengingatkan pentingnya pelajar dan tenaga pendidik mendapatkan vaksinasi Covid-19.

"Penularan Covid-19 masih mengancam, demikian juga kasus kematian akibat Covid-19, tidak lain lantaran masyarakat abai dan tidak mengindahkan Protokol Kesehatan serta belum divaksin," kata Bangun Cahyo.

Baca juga: Stok Vaksin Covid-19 di Pangkalpinang Cukup untuk 3 Pekan, Pemkot Kejar Target Kekebalan Kelompok

Kondisi ini, lanjut Bangun Cahyo tentu saja menghambat dan tidak sejalan dengan keinginan kita bersama untuk membuka keran pelonggaran kegiatan dan mobilitas masyarakat di ruang-ruang maupun fasilitas publik baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, tak terkecuali aktivitas keagamaan dan rekreasi/pariwisata.

Bangun Cahyo mengatakan, animo dan antusiasme masyarakat Bangka Belitung untuk divaksin Covid-19 sangat tinggi. Hal ini seiring dengan progres yang sudah dicapai, dan kian menegaskan kolaborasi antar stakeholder dan sinergi lintas sektor sangat besar arti dan dampaknya dalam upaya bersama kita lepas dari krisis yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 ini.

"Meskipun vaksinasi Covid-19 sudah diberikan, tidak berarti bahwa orang yang sudah divaksin boleh mengabaikan Protokol Kesehatan. Bagaimana pun kita tetap harus menjaga diri dari potensi terpapar Covid-19," kata Bangun Cahyo.

Ia menegaskan, vaksinasi Covid-19, Protokol Kesehatan 6M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Mengurangi mobilitas, serta Menghindari kerumunan dan makan bersama) serta 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) merupakan satu rangkaian utuh yang tidak terpisahkan dalam rangka penanganan pandemi Covid-19.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved