Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Vaksin DPT untuk Bayi di Pangkalpinang Belum Bisa Dipastikan Datang, Ini Dampaknya Jika Stok Kosong

Vaksin Difteri Pertusis Tetanus (DPT) yang disubsidi pemerintah, saat ini mengalami kelangkaan atau kosong pada sejumlah fasilitas kesehatan

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Vaksin Difteri Pertusis Tetanus (DPT) yang disubsidi pemerintah, saat ini mengalami kelangkaan atau kosong pada sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Pangkalpinang.

Namun, stok vaksin DPT yang menjadi satu diantara vaksin wajib untuk imunisasi anak itu belum bisa dipastikan kapan akan datang kembali.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr Masagus M Hakim menyebut untuk kedatangan vaksin DPT sendiri belum ada informasi lebih lanjut dari pusat.

"Pusat hanya menginfokan segera akan didatangkan kembali, kalau saat ini belum ada kabar kapan pastinya. Tapi kami yakin kondisi ini mungkin tidak akan lama tentunya sudah sangat diperhitungkan," ungkap Hakim kepada Bangkapos.com, Kamis (14/10/2021).

Baca juga: BREAKING NEWS, Dorong TI Apung yang Kandas, Leher Pekerja TI Diterkam Buaya Sungai Melandut

Baca juga: Warga Geger Buaya Muncul Bawa Tubuh Pekerja TI Dimulutnya, Evakuasi Korban Terbentur Gelap Malam

Menurut Hakim, sebetulnya sebelum vaksin itu habis pihaknya sudah terlebih dulu mengajukan namun hingga kini belum juga datang.

"Jadi kita juga tidak nunggu habis, cuma sampai stok saat ini habis persediaan vaksin memamg belum juga datang. Dan seluruh Kota di Indonesia mengeluhkan hal yang sama," bebernya.

Hakim menyebut, biasanya pemerintah pusat sudah punya strategi menghitung kekosongan berapa lama dan biasa sudah terjamin ketersediaannya sebelum masa golden periodenya berakhir.

"Kalaupun lewat satu tahun tetap saja diberikan haknya, jadi penjadwalannya mundur. Walaupun sebenernya tidak ada yang lewat satu tahun itu, soalnya pemerintah pusat tidak pernah melewati tiga bulan kosong itu tidak pernah," ungkap Hakim.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pekerja TI Korban Buaya Sungai Melandut Sudah Ditemukan, Begini Kondisinya

Baca juga: Tim SAR Berhasil Temukan Jasad Penambang yang Diterkam Buaya, Tangan Kanan Terputus 

Dia menyebut, selain berimbas pada kesehatan bayi, kelangkaan vaksin DPT juga akan mengacaukan jadwal imunisasi lantaran adanya penundaan imuninasi.

"Ini akan jadi hambatan karena DPT bagi imunisasi bayi itu sangat penting. Seharusnya ini tidak terjadi karena bisa diantisipasi oleh pemerintah," bebernya.

Dia juga berharap vaksin DPT datang kembali, sehingga kebutuhan bagi masyarakat dapat terpenuhi lagi.

"Semoga stoknya dikirim segera kita berharapnya seperti itu. Karena ini menyangkut pada kesehatan bayi," harap Hakim.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved