Senin, 11 Mei 2026

Apakah Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW Bid'ah, Ini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah

Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan sejarah maulid nabi dan apakah maulid termasuk bid'ah atau tidak.

Tayang:
Penulis: Widodo | Editor: Teddy Malaka
Tangkapan layar YouTube
Ustaz Khalid Basalamah dalam ceramah singkatnya di YouTube 

BANGKAPOS.COM -- Maulid nabi adalah merayakan hari lahirnya nabi Muhammad SAW. 

Tahun 2021, maulid nabi dirayakan pada 20 Oktober 2021. 

Banyak umat islam yang merayakan kelahiran nabi. 

Banyak cara yang dilakukan oleh umat islam dalam perayaan lahirnya Rasulullah. 

Lalu, apakah perayaan nabi Muhammad SAW merupakan Bid'ah. 

Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan sejarah maulid nabi dan apakah maulid termasuk bid'ah atau tidak. 

Hal itu diucapkannya dalam kajian ceramah yang diunggah oleh akun YouTube Lentera Islam pada 30 Juni 2016 lalu. 

"Maulid nabi merayakan hari lahirnya nabi Muhammad SAW muncul pada tahun 230 Hijriah dari kerajaan Syiah di Mesir dan mereka punya enam macam maulid," katanya. 

Pada saat mereka merayakan maulid nabi Muhammad dengan zikir-zikir yang sering kita bacakan sekarang ini. 

"Sekarang Anda boleh tanya kepada siapapun baik kiyai maupun habib tanya pakah nabi Muhammad SAW pernah melakukan maulid seperti ANda lakukan sekarang ini, berzikir, baca shalawat berdiri, menganggap ruhnya nabi sedng lewat, pasti kalau mereka jujur mengatakan tidak pernah. Tetapi kalau pernah ditanya kenapa dilakukan dijawab bentuk cinta kepada nabi Muhammad SAW. 

Bentuk cinta harusnya mengikuti dan mencontohi dan melakukan apa yang dicontohkan tidak menambah. Karena kalau kita menambah berarti kita menganggap masih ada yang belum disampaikan oleh nabi Muhammad sebelum meninggal dunia. Semua sudah dijelaskan, sudah disampaikan," ujarnya. 

"Beliau mengatakan dalam surah Al Maidah ayat 3 hari ini aku sempurnakan agama kalian, nikmatku untuk kalian dan aku rido islam ini sebagai agama kalian kata Ibnu Katsir. Ayat ini paling nyata dan jelas bahwa nabi tidak menghembuskan nafas terakhirnya, kecuali sudah menyampaikan semua Allah tuntunkan dan umat ini tidak butuh lagi tambahan dari yang kecil sampai yang besar," jelasnya. 

Sudah cukup semuanya jadi jangan ditambahin, jangan dikurangin. Bacalah shalawat yang diperintahkan seperti 10 kali shalawat pagi dan sore dan zikir. 

Setiap hari jumat membacakakan shalawat nabi Muhammad SAW, itu diperintahkan tetapi jangan dikarang secara khusus. 

"Sekali lagi tidak menambahkan, kalau Anda mengatakan ini bener silahkan. Saya hanya menyampaikan apa yang saya ketahui," katanya. 

(Bangkapos.com/Widodo) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved