Breaking News:

Bangka Pos Hari Ini

Guru Honorer di Bangka Tengah Ini Tak Menyangka Lulus Tes PPPK di Usia 51 Tahun

Ucapan syukur terus terlontar dari bibir Ali Ra Romadoni (51), guru honorer di SMP Negeri 2 Namang, Bangka Tengah, Kamis (14/10).

Penulis: Ajie Gusti Prabowo (CC) | Editor: fitriadi
istimewa/doc. Pribadi Ali
Ali Ra Romadoni (51) peserta CPPPK guru Bangka Tengah yang lolos tes. 

KOBA, BANGKA POS - Ucapan syukur terus terlontar dari bibir Ali Ra Romadoni (51), guru honorer di SMP Negeri 2 Namang, Bangka Tengah, Kamis (14/10).

Rasa syukur ini disampaikannya setelah dirinya dinyatakan lolos sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru di tempatnya mengabdi.

Ayah satu anak yang mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan olahraga ini memang sudah 17 tahun menekuni dunia pendidikan.

Mendengar dirinya lolos PPPK pun, membuatnya terharu dan tak menyangka bisa lolos.

"Alhamdulillah senang dan bersyukur sekali bisa lolos PPPK ini, saya juga terkejut karena memang gak disangka-sangka, usia sekarang ini saya tinggal pasrah, karena ini merupakan kali ketiga saya ikut tes PPPK ini, dan Alhamdulillah kali ini diberi kesempatan lolos," ungkap Ali.

Dirinya memang telah berupaya semaksimal mungkin agar bisa lolos selama mengikuti tes.

"Kalau persiapan memang sebelum tes saya belajar dari buku-buku yang ada dan juga belajar di internet dan ada soal-soal yang memang dishare online untuk pencernaan materi PPPK ini," kata Ali.

Baca juga: Pergi Berburu ke Belitung, Nicholas Sean Anak Ahok Digigit Kadal hingga Bawa Pulang Tokek

Suka duka menjadi guru honorer sudah dirasakan Ali sejak tahun 2004. Bahkan selama menjadi guru honorer ini, ia pernah menerima gaji Rp30.000 hingga saat ini Rp500 ribu.

"Tentunya selama menjadi guru honorer banyak yang kita lalui, baij suka atupun duka, Alhamdulillah sekarang diberi kesempaatan bisa lolos PPPK," ujarnya.

Memang Ali, juga memiliki toko Sembako sebagai usaha sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Terima kasih banyak atas kebijakan pemerintah, tentunya ini sangat baik, di mana kami masih bisa ikut seleksi umum dengan jalur afirmasi," tuturnya.

Baca juga: Video Polisi Bubarkan Balapan Liar di Taman Dealova Pangkalpinang, Motor Penonton juga Diangkut

Saat mengikuti tes, Ali pun sempat bernazar ingin bersedekah kepada anak yatim ataupun fakir miskin jika lolos.

"Jujur sebenarnya saya bener-bener tidak percaya karena sekarang umur saya juga sudah 51 smentara orang biasanya pensiun di usia 60 tahunan kalau dipikir mana mungkin lagi. Apapun hasilnya saya percaya berarti itu yang terbaik untuk saya," jelasnya.

Ali berharap dengan lulusnya PPPK ini, terus berupaya mengemban amanah secara profesional, dan memberikan pelajaran yang bermanfaat.

"Saya ingin ke depannya saya bisa terus berkomitmen dan menjadi bagian dalam memberikan pendidkan yang lebih optimal dan baik," ujarnya. (Bangka Pos/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved