Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Anggota DPR RI Bersama KPPU Sosialisasi Upaya Ciptakan Iklim Persaingan Usaha Sehat

Sosialisasi dilakukan di Hotel Aksi Natural Resort, Desa Kace, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, pada Sabtu (16/10/2021) siang.

Penulis: Riki Pratama | Editor: khamelia
Bangkapos/Riki Pratama.
Anggota DPR RI dapil Bangka Belitung, Zuristyo Firmadata, bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melakukan sosilisasi dalam upaya menciptakan iklim persaingan usaha sehat dalam pengadaan barang dan jasa untuk percepatan pemulihan ekonomi, foto diambil Sabtu (16/10/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Anggota DPR RI dapil Bangka Belitung, Zuristyo Firmadata, bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melakukan sosialisasi dalam upaya menciptakan iklim persaingan usaha sehat dalam pengadaan barang dan jasa untuk percepatan pemulihan ekonomi.

Sosialisasi dilakukan di Hotel Aksi Natural Resort, Desa Kace, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, pada Sabtu (16/10/2021) siang.

Dalam sosialisasinya menjelaskan, peran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang merupakan kelompok usaha dengan  jumlah paling besar dan mampu bertahan menghadapi goncangan krisis perekonomian.

"Pelaku usaha UMKM di Bangka Belitung  berjumlah 183. 796 berdasarkan data Badan Pusat Statistik Babel tahun 2020, sehingga tidak heran jika pada dasarnya UMKM mampu menjadi penopang perekonomian Indonesia, apabila dikelola dan dikembangkan dengan baik," kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Zuristyo Frimadata SE, MM dalam rilisnya, Sabtu (16/10/2021). 

Ia menambahkan, sesuai data Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, pada  2019 jumlah UMKM di Indonesia mencapai 65.471.134. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 1.271.529 (2,02 persen), dari 64.199.606, pada tahun 2018 (depkop.go.id, 2019).

Jumlah tersebut mencakup 99,9 persen dari jumlah pelaku usaha yang ada di Indonesia.

"Namun, fakta empirisnya walaupun UMKM dinilai penting terhadap pertumbuhan perekonomian, sektor ini selalu kalah bersaing dengan pelaku usaha besar, baik dari segi modal, penguasaan pasar, teknologi untuk memperoleh keuntungan," ujarnya. 

Lanjutnya, tidak dapat dipungkiri sering terjadinya kecurangan, yang pada akhirnya menciptakan iklim usaha yang tidak sehat di mana pengusaha mikro yang menjadi sasaran. 

"Terkait adanya persaingan yang tidak sehat, diharapkan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) meningkatkan peran dan fungsinya sebagai suatu lembaga independent dalam menciptakan iklim usaha yang sehat di Indonesia," jelas Zuristyo. 

Karena, menurutnya sesuai amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM, iklim usaha secara sederhana dapat diterjemahkan sebagai kondisi yang diupayakan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk memberdayakan UMKM.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved