Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka Tak Ada Masalah, Kadindik Bertahap Ingin Tambah Rasio Kelas  

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang Eddy Supriadi menyebut, hingga saat ini hasil evaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Fery Laskari
KOMPAS.com/CYNTHIA
Simulasi sekolah belajar tatap muka 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang Eddy Supriadi menyebut, hingga saat ini hasil evaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah di Pangkalpinang tidak ada masalah.

Bahakan kata Eddy, para orangtua juga meminta agar pembelajaran di sekolah tidak kembali diberhentikan lagi.

Menurutnya, melihat perkembangan PTM hingga saat ini terus berjalan baik, piahknya akan berencana menambah rasio perkelasnya.

"Kalau sekarang semua kelas sudah tatap muka dan tidak ada masalah alhamdulillahnya. Paling nanti evaluasinya kita ingin menambah rasio kelasnya saja yang saat ini 30 persen menjadi 50 persen," kata Eddy kepada Bangkapos.com, Sabtu (16/10/2021).

Dia menuturkan, hal tersebut tidak menjadi masalah asalkan dilakukan bertahap dan tetap dalam pengawasan.

"Sekarang kursi meja kita batasi, anak-anak juga menggunakan masker, dan kita pikir tidak masalah kalau kita lakukan bertahap 30 persen naik jadi 40 dulu, terus jadi 50 seperti itu. Jam masuknya juga kita batasi lagi, ini ikhtiar kita untuk dunia pendidikan," sebutnya.

Eddy menegaskan, dalam pelaksanaan PTM, satuan pendidikan sudah memastikan dan memperbaharui kesiapan sarana dan prasarana, tim gugus covid sekolah, serta berkoordinasi dengan komite sekolah serta orangtua peserta didik terkait dengan kesediaan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas (dengan surat pernyataan).

Sementara bagi orangtua yang berkeberatan mengikuti PTM dapat diberikan pembelajaran secara daring.

"Jadi pembalajaran tetap kita kombinasikan bukan sudah belajar di sekolah tidak kagi daring, pembelajaran online daring tetap berlanjut tugas-tugas masih diberikan untuk pengayaan, pembentukan karakter dan lainnya itu di sekolah karena daring suatu keniscayaan," jelasnya.

Eddy menambahkan, pembelajaran tatap muka terbatas yang dilaksanakan tidak mengejar target ketercapaian kurikulum, tetapi mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Menurutnya, pembangunan pendidikan atau investasi pendidikan saat ini adalah hal yang sangat penting di lakukan sebab akan berdampak pada pembangunan masa depan.

"Pembangunan pendidikan itu tidak akan kelihatan sekarang tapi nanti 17 tahun kedepan, makanya saat ini harus kita cari ikhtiar dan upayanya seperti apa, kita tidak bisa berdiam diri saja seperti ini, makanya terus kita berupaya melakukan ini bertahap tidak bisa di rumahkan terus anak-anak kita," tegasnya.(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved