Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Realisasi Investasi di Pangkalpinang Melebihi Target, Pemkot Tetap Kejar Investor

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang Yan Rizana menyebutkan, sebetulnya target inv

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Fery Laskari
Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang Yan Rizana 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang Yan Rizana menyebutkan, sebetulnya target investasi tahun 2021 di Kota Pangkalpinang sudah jauh melebihi target.

Di mana sebelumnya target investasi tahun 2021 ditargetkan sebesar Rp550 miliar. Kata Yan, data hingga Bulan April lalu sudah tercatat sebamyak Rp1,5 triliun jumlah investasi di kota Pangkalpinang.

"Kita belum pendataan lebih lanjut, yang pasti sudah melebihi target tentu sampai saat ini bisa lebih lagi apaplagi semakin banyak ritel modern kita yang masuk, dan restoran siap saji lainnya," ungkap Yan kepada Bangkapos.com, Sabtu (16/10/2021).

"Cuma kami belum bisa narik data persektor, jadi jumlah itu terdiri dari IUMK dan non IUMK. Dan jumlah tersebut sudah lebih tiga kali lipat dari target investasi yang kita targetkan, berdasarkan izin usaha yang sudah kita keluarkan," tambahnya.

Meskipun target investasi sudah tercapai bahkan lebih tiga kali lipat Yan mengatakan pihaknya akan tetap mengajar investor masuk kota Pangkalpinang sebanyak-banyaknya.

"Kita harus tetap kejar investor masuk ke Kota kita ini sebanyak-banyaknya. Untuk nilai investasikan orang yang merencanakan untuk berinvestasi dikita semoga saja kita doakan akan banyak lagi yang baru nantinya, kami tetap bekerja keras bahkan melebihi tahun kemarin jumlahnya," sebutnya.

Menurut Yan, hadirnya ritel-ritel modern di Kota Pangkalpinang juga menambah nilai investasi, hingga menambah lapangan pekerjaan bagi warga Provinsi Bangka Belitung khususnya Kota Pangkalpinang.

"Jumlah investor tahun 2019 sebanyak 542 Jumlah investor tahun 2020 sebanyak 255. Kalau jumlah investor tergantung nilai investasi yang ditanamkan, makanya nilai investasi yang di tanamkan lebih dominan di bandingkan jumlah investor," ujarnya.

Investasi sebetulnya ada dua, yaitu ada nilai investasi dan realisasi investasi. Nilai investasi bisa diketahui apabila didalam membuat perizinan  investor membuat rencana investasi. Sementara direalisasikannya itu belum tentu sama.

"Misalnya investor membuat renacana investasi Rp1 Miliar tapi direalisasi saat itukan belum tentu segitu, kan nanti mereka bangun apa, dan tambahan apa lagi nah itu namanya realisasi investasi," jelasnya.

Tak hanya itu, menurutnya memperbaiki SOP perizinan sehingga sinkron dengan regulasi diatasnya juga hal penting yang harus dilakukan.

"Memperbanyak SDM berkualitas untuk mendukung teknis di lapangan, memperbaiki sarana dan prasarana perizinan, meningkatkan kan kualitas pengawasan dan pengendalian yang terintegrasi dengan stakeholder, sangat penting untuk pencapaian target tersebut," ujarnya.

Pihaknya juga akan melaksanakan kemudahan investasi dan pemberian insentif untuk investor per triwulan ketiga 2021.

"Menerapkan SOP yang lebih efektif, menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai dalam proses perizinan. Melaksanakan tandatangan elektronik diizin non kemersial dan komersial, mengoptimalkan fungsi pengawasan dan pengendalian yang terintegrasi, dan banyak lagi yang bisa kita lakukan," tegasnya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved