Breaking News:

Tim Gabungan Sasar Cafe dan Warkop Cari Warga Belum Divaksin, 19 Orang Diswab

Sejumlah cafe dan warung kopi (Warkop) di Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat didatangi tim gabungan guna melakukan pengecekan

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: El Tjandring

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Sejumlah cafe dan warung kopi (Warkop) di Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat didatangi tim gabungan. Para petugas ini ingin melakukan pengecekan apakah ada pengunjung kafe dan warkop yang belum ikut vaksinasi.

Tim gabungan yang terdiri dari Satgas Penanganan Covid-19, Polres Bangka Barat, Sat Pol PP dan Puskesmas Muntok menggelar operasi yustisi sejak pukul 20.30 hingga 23.00 dengan menyasar beberapa tempat keramaian.

Hal ini dilakukan menyusul surat dari Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat 019/163/SATGAS/X/2021, terkait pemeriksaan bukti vaksinasi dan penarapan protokol kesehatan.

Cafe Cikulur, Warkop Bujang hingga kawasan Pelabuhan Ikan Pasar Muntok didatangi tim gabungan, untuk mengecek satu persatu masyarakat yang belum mendapatkan vaksin.

Dengan adanya operasi Yustisi, bagi masyarakat yang tidak bisa menunjukkan bukti telah divaksin akan dilakukan pemeriksaan swab antigen di tempat.

Kabag Ops Polres Bangka Barat, Kompol Evri Susanto mengatakan dari kegiatan tersebut, terdapat 19 orang yang diketahui belum mendapatkan vaksin.

"Malam ini kita mendatangi cafe dan yang terjaring ada 19 orang di swab, alhamdulillah negatif semua. Mereka ini ada yang tertinggal bukti vaksin, ada juga yang emang belum vaksin," ujar Kompol Evri Susanto, Sabtu (16/10/2021) malam.

Kompol Evri Susanto mengungkapkan operasi yustisi akan terus dilakukan, guna memberikan sosialisasi akan pentingnya vaksin yang juga akan membuat percepatan vaksinasi di Kabupaten Bangka Barat kian meningkat.

"Untuk masyarakat yang belum vaksin, segeralah jangan ragu untuk vaksin. Untuk masyarakat harus vaksin walaupun yang tua, kalau mereka kesulian kasih tau pak Camat atau Kapolsek, nanti akan kami jemput. Jadi kami siap jemput bola, untuk melakukan vaksinasi kepada masyarakat," tuturnya.

Selain itu Kepala Puskesmas Muntok, Harianto mengungkapkan akan menyediakan tempat isoter bagi masyarakat bila kedapatan ada yang positif dari hasil operasi yustisi.

"Alhamdulillah dari swab tadi hasilnya Negatif semua, tapi jika ada yang positif kita akan menyediakan Isoter. Kita lakukan treatment pengobatan selama sepuluh hari, jika tidak ada keluhan maka kita pulangkan," ucap Harianto.

Untuk di Kecamatan Muntok terdapat beberapa isoter seperti di Wisma karantina, mess Timah, hingga di Gedung Diklat Pemda Bangka Barat.

Sementara itu satu diantara warga yang kedapatan tidak bisa menunjukkan bukti vaksin, yakni Tatang (31) warga Kecamatan Muntok mengaku akan segera vaksin untuk menghindari terpapar Covid-19.

"Kemarin sempat mau vaksin udah dateng, tapi pas diperika gak jadi karena gula saya tinggi. Tapi nanti coba lagi, kalau bisa divaksin ya divaksin," ungkap Tatang.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved