Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Dua Hari Tak Ada Penambahan Kasus Covid-19, Kabupaten Bangka Barat Diprediksi Turun ke Level 2

ngka terkonfirmasi positif Covid-19 mulai melandai, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat Putra Kusuma

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat, Putra Kusuma. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Angka terkonfirmasi positif Covid-19 mulai melandai, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat Putra Kusuma memprediksi Bangka Barat akan berada di Level 2.

Sebelumnya diketahui saat ini Kabupaten Bangka Barat masih berada di Level 3, namun perkembangan kasus positif Covid-19 di Bangka Barat kian menurun.

Bahkan jika melihat dalam dua hari terakhir, tidak ada penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif. Sedangkan untuk angka kesembuhan berbanding terbalik, dengan 21 pasien yang dinyatakan sembuh dengan hanya menyisakan 28 orang yang masih dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

"Kalau dari data-data yang ada, kita memang mengarah ke level 2. Semua indikator sudah terpenuhi di level 2, hanya tinggal menunggu pengumuman apakah kita tetap di level 3 atau level 2 atau stagnan," ungkapPutra Kusuma, Senin (18/10/2021).

Baca juga: Ajak Masyarakat Vaksinasi Covid-19, Vinsen Buat Mural di Simpang Empat Semabung

Baca juga: Stok Vaksin Covid-19 di Bangka Tengah 75.000, Kapolres Optimis Percepat Vaksinasi Hingga 80 Persen

Membaiknya kasus Covid-19 di Kabupaten Bangka Barat, menurut Putra terjadi dikarenakan beberapa faktor termasuk kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan yang kian membaik.

"Faktor yang memungkinkan Bangka Barat turun ke level 2, karena telah terpenuhinya Indikator transmisi komunitas, indikator kapasitas respon, kepatuhan prokes dan vaksinasi," jelasnya.

"Faktor penurunan juga karena kesadaran masyarakat sudah semakin baik, setiap kasus yang ada direspon oleh satgas misalnya dilakukan tracing, testing dan yang positif di karantina di isoter," kata Putra.

Namun walaupun terjadi penurunan, pihaknya juga menghindari adanya kenaikan angka positif Covid-19 yang sewaktu-waktu dapat terjadi dengan cepat.

"Untuk gelombang ketiga, para ahli epidemiologi bilang tetap ada kemungkinan. Paling terpenting adalah di kapasitas respon, jadi Pemda Kabupaten Bangka Barat menyiapkan kapasitas respon yang memadai untuk mengantisipasi," jelas Putra.

Baca juga: PPKM Berakhir Hari Ini, Apakah Diperpanjang di Tengah Ancaman Gelombang Ketiga Covid-19?

Baca juga: Kasus Covid-19 Sehari Jelang Berakhirnya Masa PPKM 18 Oktober, DKI Jakarta Terbanyak

Ia mengatakan terkait kapasitas respon, yakni testing, tracing dan BBO (Bed Occupancy Rate) atau keterisian tempat tidur akan terus dimaksimalkan. 

"Jadi fasilitas kesehatan itu disiapkan, untuk menghadapi pandemi gelombang ketiga nanti. Jangan sampai faskesnya kolaps tidak mampu menampung pasien-pasien yang ada, itu yang perlu kita persiapkan. Saat ini kita punya 100 lebih bed untuk pasien Covid yang butuh perawatan, jadi kita sudah sangat siap," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved