Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Dua Kelurahan di Kota Pangkalpinang Keluar dari Kawasan Kumuh, Sisa Enam Ditargetkan Zero

Ada dua Kelurahan di Kota Pangkalpinang yang keluar dari kawasan kumuh dan masih tersisa enam kelurahan lagi.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: El Tjandring
Bangka Pos/Resha
Kawasan Kumuh Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Pangkalpinang, Miego menyampaikan ada dua Kelurahan di Kota Pangkalpinang yang keluar dari kawasan kumuh.

Dua Kelurahan tersebut Yakni Kelurahan Opas dan Kelurahan Gedung Nasional.

Namun masih ada sisa enam Kelurahan lagi yang masih masuk dalam kawasan kumuh Kota Pangkalpinang yakni, Kelurahan Temberan, Kelurahan Rejosari, Kelurahan Keramat, Kelurahan Asam, Kelurahan Paritlalang, dan Kelurahan Bintang.

Kata Miego, pihaknya memang menargetkan kawasan kumuh lepas setiap tahunnya.

"Tetap diupayakan menjadi nol kumuh, namun belum bisa dipastikan tahun 2022 rampung. Yang pasti setiap tahun kami tetap memprogramkan program peningkatan atau pencegahan kualitas permukiman walaupun dengan keterbatasan anggaran karena pandemi Covid-19 ini," ungkap Miego kepada Bangkapos.com, Senin (18/10/2021).

Menurutnya, setelah dua Kelurahan keluar masih tersisa 124,1 H lagi kawasan kumuh di Kota Pangkalpinang.

"Dua Keluarahan tersebut bisa keluar setelah dilakukan intervensi dengan program peningkatan kualitas permukiman, misalnya melalui kegiatan penataan kawasan kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) dengan tim Kotaku," sebutnya.

Baca juga: Taufik Hidayat Marah Besar Setelah Indonesia Rebut Piala Thomas, Sampai Bilang Bikin Malu Negara

Kata Miego, ada tujuh kriteria didalam kawasan kumuh yaitu, penataan bangunan, kondisi drainase, kondisi jalan, persampahan, limbah, proteksi kebakaran, air bersih.

Miego menyebut, untuk Kota Pangkalpinang rata-rata kelurahan memang bermasalah pada Drainase dan persampahan, hingga masuk dalam kawasan kumuh.

Baca juga: Inilah Sumpah Serapah Inul Daratista pada Rhoma Irama, Kini Istri Adam Bongkar Rahasia Hidupnya

Baca juga: Video Gisel Goyang Pakai Ini di Kolam Renang, Warganet Sebut Mirip dengan Video Kemarin

"Yang menjadi rata-rata memang dipermasalahan saluran drainase dan masalah persampahan kita, dan disitukan ada tujuh indikator penilaiannya, tidak setiap kelurahan permasalahannya itu tapi secara rata-rata memang disitu kelamahan kita sampai disebut kawasan itu kumuh," bebernya.

Miego mengatakan, berdasarkan hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kota Pangkalpinang Tahun 2021, kawasan kumuh tetap menjadi penanganan prioritas.

Kata Miego, kawasan kumuh ini memang menjadi isu strategis yang harus di selesaikan di pemerintah kota Pangkalpinang.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Pangkalpinang, Miego
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Pangkalpinang, Miego (Andini Dwi Hasanah)

Dia pun berahrap, untuk setiap kelurahan dapat saling menajaga agar nanti kelurahan tersebut tidak menjadi kumuh kembali.

"Seperti kelurahan Opas dan Genas kan sudah lepas dari kumuh, nah itu tolong harapan kita masyarakat sekitar dapat menjaganya, jangan sampai kembali kumuh lagi, kita sama-sama menjaganya," harapnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved